Skip to main content

Gak Ada yang Lebih Sempurna Dari Sistem Pendingin Alami di Tubuh Manusia

Gak Ada yang Lebih Sempurna Dari Sistem Pendingin Alami di Tubuh Manusia
Gak Ada yang Lebih Sempurna Dari Sistem Pendingin Alami di Tubuh Manusia

Winnetnews.com - Di antara tanda-tanda kekuasaan Allah ialah pada diri manusia terdapat sistem pendingin dan pengatur suhu (conditioner) yang dianggap sebagai sistem paling rumit dan paling detail.

Manusia adalah makhluk yang memiliki ciri suhu tubuh yang konstan, yaitu 37 derajat Celcius. Lantas apa yang dilakukan tubuh manusia jika suhunya meningkat atau menurun?

Manusia tidak akan mati kecuali dalam dua kondisi, jika panasnya naik hingga 45 derajat Celcius dengan kelembapan yang tinggi, atau naik hingga 60 derajat Celcius disertai dengan kekeringan total.

Di bawah dua suhu itu, manusia dibekali dengan sistem yang begitu kompleks, yang mengontrol suhunya agar tetap pada 37 derajat Celsius. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Dijelaskan dalam buku 'Sains dalam Alquran' yang ditulis Nadiah Thayyarah, di dalam tubuh manusia, ada tiga sampai empat juta kelenjar keringat yang menyebar di seluruh kulit secara akurat.

Di telapak tangan saja misalnya, pada setiap 1 centimeter persegi terdapat 480 kelenjar keringat. Jika kelenjar keringat itu disambungkan satu sama lain, maka panjangnya akan mencapai lima kilometer dalam tubuh manusia.

Di hari yang amat panas, kelenjar keringat itu akan mengeluarkan sekresi lebih dari 200 centimeter kubik setiap hari, bahkan sampai 1.500 centimeter kubik setiap satu jam. Jika keringat keluar dan menyebar ke seluruh permukaan kulit yang luasnya pada tubuh manusia lebih dari 1,80 meter persegi, maka cairan yang dikeluarkan oleh sel keringat ini akan menguap.

Dengan menguap, maka akan terjadi pergantian suhu. Saat keringat menguap, ia akan menyerap panas dari tubuh dan mengembalikannya ke suhu semula yang konstan. Ini adalah sistem pengatur suhu paling kompleks di alam semesta.

Saat seseorang kedinginan, maka pembuluh darahnya akan menyempit untuk meringankan aliran darah di permukaan kulit bagian luar. Hal itu untuk menjaga agar suhu darah tetap stabil.

Jika ia merasakan panas, maka pembuluh arteri dan venanya akan melebar sehingga darah mengalir ke area terluar kulit. Adapun jika ia merasakan kedinginan, maka warna kulitnya akan berubah menjadi kuning.

Hal itu karena penampang pembuluh vena dan arterinya menyempit demi menjaga suhu darah yang ada di dalamnya agar tetap stabil.

Ini merupakan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah. "Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?," Surah Az-Zariyat Ayat 21.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top