Gala Dinner Miyabi di Jakarta Batal, Mujahid 212 Sebut Anies Lolos dari Jebakan Oknum

Anggara Putera Utama

Dipublikasikan sebulan yang lalu • Bacaan 2 Menit

Gala Dinner Miyabi di Jakarta Batal, Mujahid 212 Sebut Anies Lolos dari Jebakan Oknum
Maria Ozawa alias Miyabi

Winnetnews.com - Pengamat hukum dan politik Mujahid 212, Damai Hari Lubis menyambut positif batalnya acara gala dinner eks bintang film dewasa Maria Ozawa alias Miyabi di Jakarta. Menurutnya, dengan batalnya acara tersebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lolos dari jebakan oknum yang memiliki agenda politik.

"Hal kegagalan ini entah karena permohonan izin ditolak oleh Gubernur DKI Jakarta Anies atau memang oleh sebab banyaknya suara penolakan dari publik, sehingga panitia penyelenggara EO Gala Dinner sebagai show atau dinner Miyabi pertama di Jakarta enggan mengajukan izin penyelenggaraan oleh karena asumsi dampak kerugian akibat booming penolakan masyarakat DKI Jakarta ?" kata Damai kepada wartawan, Minggu (22/5).

"Namun pastinya Anies lolos dari oknum yang punya 'agenda politis' atau faktor tidak sengaja dari pihak penyelenggara atau EO Event Organizer yang pure bisnis, sehingga tidak menyadari bisnis mereka dapat berdampak politik namun negatif, dapat menjauhkan Anies daripada para pendukungnya agar terus disuport untuk kelak dapat dinobatkan menjadi bakal capres 2024," lanjutnya.

Damai khawatir jika acara Miyabi di Jakarta itu tetap digelar, Anies yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan umat muslim akan kehilangan pendukungnya karena merasa kehilangan arah.

"Sebab sosok Anies selama ini yang dimulai sejak 2016 kala pra Cagub DKI versus Ahok ( Pilgub 2017 ), sosok Anies amat dekat kepribadiannya dengan warga DKI lintas sara dan khususnya ummat Islam DKI dan umumnya ummat Islam bangsa ini, dan fenomena gejala kedekatan politis berlangsung hingga kini," ucapnya.

"Sehingga prediksi jika Miyabi hadir di Jakarta, bukan tidak mungkin para simpatisannya di republik ini bisa tergerus, oleh sebab banyak publik yang akan merasa kehilangan arah untuk memilih dukungan mereka selain jati diri Anies yang dianggap berhasil membangun Jakarta sebagai Ibukota Negara RI," kata Damai.

Damai mengatakan sampai saat ini sosok Anies masih menjadi idola para pendukungnya karena selain dikenal sebagai tokoh yang religius, Anies juga bersih dari isu-isu negatif.

"Beliau masih tetap dianggap idola utama bagi mereka simpatisan, karena persepsi publik berdasarkan pengamatan objektif mereka, Anies merupakan sosok kepribadian yang bersih daripada isu-isu negatif semacam korupsi. Anies dianggap pejabat yang cukup konsisten dalam makna tidak hianati rakyat, kebijakan-kebijakannya dilandasi profesionalitas dan proposional (kredibel ) dan hasilnya akuntabilitas. Serta Anies dianggap sebagai tokoh bangsa, seorang tokoh publik panutan yang terbebas dari signal- signal buruk adab atau buruk ahlak. Justru sebaliknya Anies dianggap sebagai tokoh nasionalis yang relijius," imbuhnya.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...