Ganasnya Rencana PM Israel Soal Tepi Barat

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Ganasnya Rencana PM Israel Soal Tepi Barat PM Israel, Benyamin Netanyahu. (Foto: News18.com)

Winnetnews.com - Perdana Menteri (PM) Israel, Benyamin Netanyahu makin ganas saat berkampanye kesekian kalinya terkait janjinya yang akan mengambil alih wilayah Tepi Barat, khususnya Lembah Yordan dan Laut Mati jika terpilih kembali sebagai PM Israel.

Keputusan Netanyahu itu sempat menuai kecaman banyak negara Islam khususnya, karena wilayah tersebut berada di wilayah Palestina. Rencananya itu rupanya menyedot perhatian penduduk Palestina ke dalam kampanye politiknya. Netanyahu diketahui abai terhadap nasib rakyat Palestina dengan kampanye politiknya itu.

Sebelumnya, Netanyahu pernah merencanakan hal serupa, namun belum ada tindaklanjut secara rinci. Dunia pun gusar dengan rencana PM Israel itu yang dianggap sebagai salah satu aksi kampanye menarik pendukung sayap-kanan yang banyak dari mereka tinggal di permukiman di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Foto: Metroriau.com

Mengutip Republika, wilayah Lembah Yordan berdiri sekitar seperempat dari Tepi Barat. PM Israel mengatakan, langkah aneksasi tidak jua menganeksasi satu pun warga Palestina. Seperti diketahui, warga Israel dan Palestina yang tinggal di Tepi Barat tidak memiliki hak yang sama, seperti warga Palestina yang tidak memiliki hak untuk memilih dalam pemilihan Israel.

Langkah pencaplopakan Lembah Yordan nantinya akan membentuk penyangga permanen di sepanjang perbatasan dengan Yordania. Sehingga membuat orang-orang Palestina hanya memiliki daerah kantong terisolasi yang dikelilingi oleh Israel. Juru bicara PBB memperingatkan langkah itu akan menghancurkan prospek negara Palestina bersama Israel.

Geografi Lembah Yordan membentuk tepi di timur Tepi Barat. Jaraknya sekitar 300 kilometer dari Laut Galiliea di utara sepanjang Sungai Yordan ke Laut Mati utara di Perbatasan Israel-Yordania. Israel merebut wilayah tersebut dari Yordania bersama dengan sisa Tepi Barat dan Yerusalem timur dalam Perang 1967.

Sejak itu, Israel memperluas batas-batas kota dan mendirikan sekitar 30 permukiman di Lembah Yordan, yang kini menjadi rumah bagi sekitar 65 ribu warga Palestina, dan 11 ribu pemukim, menurut kelompok Hak Asasi Manusia Israel, B'Tsalem. Sedangkan, komunitas internasional bersama dengan Palestina menganggap semua permukiman Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur adalah ilegal.

Foto: Detiktravel.com

Di luar kota Jericho, Palestina dan beberapa daerah di sekitarnya, sekitar 90 persen Lembah Yordan berada di bawah kendali penuh keamanan dan pemerintahan Israel. Militer Israel mengawasi wilayah dan penduduknya di sana.

Sebagai tempat terendah di bumi, Lembah Yordan memiliki iklim unik. Wilayah itu menghasilkan buah dan sayuran sepanjang tahun. Akses ke Laut Mati dan perairannya yang kaya mineral juga menawarkan pariwisata dan banyak keuntungan lain.

"Israel berpegang teguh pada Lembah Yordan, sebab wilayah yang luas ini memiliki nilai ekonomi tinggi," ujar mantan menteri Kabinet Palestina, Sameh al-Abed.

"Ini adalah keranjang makanan rakyat Palestina dan penuh dengan sumber daya alam," kata dia.

Foto: Inilah.com

Bagi Israel, Lembah Yordan dianggap sebagai aset keamanan utama, sebab merupakan zona penyangga terhadap potensi serangan dari timur. Lembah Yordan juga menjamin garis pertahanan di sepanjang perbatasan dengan Yordania (yang menandatangani perjanjian damai dengan Israel pada 1994).

Menurut rakyat Israel, kehadiran militer di sana ada sebagai kunci dari perjanjian perdamaian regional, sebab hal itu dapat membuat daerah Palestina didemiliterisasi. Namun, wilayah ini juga jarang dihuni pemukim Israel yang sebagian besar adalah petani sekuler.

Dengan demikian, ada konsensus luas di Israel, bahkan di antara orang-orang moderat, bahwa Israel harus mempertahankan beberapa kendali di wilayah tersebut berdasarkan perjanjian damai apa pun.

Pada titik terbatas sepanjang dataran pantai Israel, jarak antara Laut Mediterania dan Tepi Barat hanya 15 kilometer. Hal itu pun membuat banyak warga Israel khawatir tentang negara yang mungkin terpecah menjadi dua dalam konflik militer. Tanpa Lembah Yordan, Yerusalem juga akan dikelilingi di tiga sisi oleh tanah Palestina.

Apa Reaksi Kamu?