Ganjar Pranowo Sayangkan Wajan Raksasa Pecah Saat Dipindahkan

Ganjar Pranowo Sayangkan Wajan Raksasa Pecah Saat Dipindahkan

Senin, 2 Mei 2016 | 09:44 | Gunawan Wibisono
WinNetNews.com - Wajan raksasa yang ditemukan di Kutoarjo, Purworejo pecah di bagian tepinya saat proses pemindahan. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyayangkan hal itu. Namun menurutnya,`` membawa ke museum merupakan jalan yang tepat dan sudah pada tempatnya.

Ganjar mengatakan apabila tidak semua penemu benda bersejarah merupakan ahlinya. Oleh karena itu siapapun yang menemukannya bisa langsung mengadu ke arkeolog atau ke pemerintah setempat dan kemudian dilakukan langkah-langkah tepat oleh ahlinya.

"Gini lho, temuan barang purbakala harus melalui perlakuan khusus, tapi kan tidak semua yang menemukan itu arkeolog, maka saya menyarankan begitu ada seperti itu segera hubungi arkeolog," kata Ganjar, Senin (02/05).

Selama mengikuti informasi soal temuan wajan raksasa itu, Ganjar sangat menyayangkan melihat ada yang justru naik ke atas wajan dan pada akhirnya mengalami rusak ketika proses pemindahan ke museum.

"Saya baca kemarin ditemukan, orang naik ke atasnya, sebenarnya itu berbahaya, berbahaya itu eman-eman (disayangkan), kan untuk kepentingan arkeologis. Terus dibawa ke museum, saya baca di twitter katanya pecah, ya mudah-mudahan pecahnya bisa dikumpulkan," tandas Ganjar.

"Dibawa ke museum itu adalah langkah yang paling tepat," imbuhnya.

Ganjar berharap masyarakat semakin menghargai peninggalan sejarah dengan melaporkan ke pihak berwenang jika menemukan benda peninggaan sejarah secara tidak sengaja misalnya lapor ke Balai Pelestarian Cagar Budaya seperti halnya yang terjadi di Sangiran.

"Mudah-mudahan masyarakat makin tahu. Itu terjadi di Sangiran, Blora ada kawasan gedhe banget. Kalau temukan laporlah ke purbakala dulu. Mudah-mudahan dengan kejadian ini masyarakat paham dan badan arkeologi bisa membantu melakukan sosialisasi dan penanganannya tidak keliru," terangnya.

Diketahui Wajan raksasa tersebut ditemukan di lahan milik Widodo (50) di Jl MT Haryono, Kutoarjo beberapa hari lalu. Saat itu, para pekerja hendak membangun fondasi ruko. Kini benda itu berada di Museum Tosan Aji, Purworejo, Jawa Tengah. Namun kondisinya justru pecah di tepiannya dan sekarang garis polisi pun mengelilingi benda tersebut agar tidak ada yang menyentuhnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...