Ganti Anggota MKD, Golkar Perkuat Posisi Partai

Ganti Anggota MKD, Golkar Perkuat Posisi Partai

WinNetNews.com - Perombakan total perwakilan partai Golkar di tubuh MKD ditujukan agar memperkuat posisi Golkar. Total ada tiga anggota MKD dari F-Golkar yang diganti yakni Hardi Soesilo yang menjabat sebagai Wakil Ketua MKD, Budi Supriyanto dan Dadang S Muchtar. Mereka digantikan oleh Kahar Muzakir, Ridwan Bae dan Adies Kadir.

Publik menilai bahwa orang-orang baru utusan golkar itu adalah orang-orang yang memiliki hubungan dekat dengan Setya Novanto. berdasarkan informasi yang dihimpun, Novanto dan Kahar Muzakir pernah sama-sama jadi saksi di kasus korupsi pembangunan venue PON Riau. Ruang kerja Novanto dan Kahar Muzakir di DPR bahkan sempat digeledah KPK Selasa 19 Maret 2013 silam.

Ketika disinggung soal masuknya Kahar ke MKD, Sekjen Golkar Idrus Marham juga menepis dugaan partainya mengintervensi proses di MKD. Dijelaskannya, pergantian tiga anggota di MKD agar tak ada politisasi.

Sementara itu, Ketua Umum Partai golkar Hasil Munas Bali, Aburizal Bakrie mengungkap, perombakan dilakukan karena kurang optimalnya anggota-anggotanya di MKD.

"Dalam hal ini memperkuat. Kalau memang benar tidak boleh disalahkan, apabila salah tidak boleh dibenarkan," kata Aburizal di Jakarta, Jumat, di sela sebuah diskusi di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta.

Aburizal membantah anggota-anggota barunya di MKD mempunyai hubungan dekat dengan Ketua DPR RI Setya Novanto. Dia menuturkan bahwa semua anggota partai Golkar adalah sama.

Baca juga artikel: Sudirman Said Siap Beberkan Bukti-bukti

Seperti diketahui, pada Kamis kemarin, Fraksi Partai Golkar merombak komposisi anggotanya di MKD dengan memasukkan Hardisoesilo untuk digantikan Kahar Muzakir, Budi Supriyanto digantikan Adies Kadir, dan Dadang S. Muchtar digantikan Ridwan Bae.

Penggantian dilakukan setelah Fraksi Partai Demokrat mengganti Fandi Utomo dengan Guntur Sasongko, Fraksi Partai Amanat Nasional memasukkan Sugiman untuk menggantikan Hang Ali Saputra Syah Pahan dan A Bakrie menggantikan Ahmad Riski Sadiq.

Fraksi NasDem menggantikan Fadholi dengan Akbar Faisal dan PDIP mengutus Henry Yosodiningrat untuk menggantikan M. Prakosa.

Status para anggota baru itu adalah Bawah Kendali Operasi (BKO) yang bersifat sementara.