Gara-gara Salah Potong, Salon Ini Harus Ganti Rugi Rp3,9 Miliar

Nurul Faradila

Dipublikasikan 2 bulan yang lalu • Bacaan 1 Menit

Gara-gara Salah Potong, Salon Ini Harus Ganti Rugi Rp3,9 Miliar
Foto: Pexels/Cottonbro

Winnetnews.com -  Sebuah salon di India diminta membayar ganti rugi sebesar 20 juta Rupee (Rp3,9 miliar) oleh pengadilan konsumen, karena dianggap telah merusak rambut pelanggan.

Dilaporkan oleh BBC, pelanggan yang membuat gugutan tersebut adalah seorang model perempuan yang menggunakan rambut panjangnya untuk mendapatkan pekerjaan dari perusahaan produk rambut.

Namun karena kesalahan saat potong rambut, ia tidak bisa mendapatkan pekerjaan tersebut dan pihak salon harus menggantikan kerugian yang dialaminya. Menurut Komisi Penyelesaian Sengketa Konsumen Nasional India (NCDRC), model itu kehilangan “tugas yang diharapkan dan mengalami kerugian besar yang mengubah gaya hidupnya dan menghancurkan mimpinya untuk menjadi model top”.

Tak hanya rugi secara finansial, dikabarkan model tersebut mengalami trauma berat karena keallaian pihak salon yang memotong rambutnya terlalu pendek. Dia jadi sulit berkonsentrasi dan akhirnya kehilangan pekerjaannya.

Melansir World of Buzz, peristiwa ini terjadi pada 2018 lalu dan model perempuan tersebut memberikan instruksi kepada staf tentang penampilan yang diinginkan. Namun, penata rambut malah melakukan sebaliknya dan sebagian besar rambut wanita tersebut terpangkas, hanya tersisa 4 inci dari atas bahunya.

 “Dia (pelanggan) berhenti melihat dirinya di cermin. Dia adalah seorang profesional komunikasi dan diharuskan untuk terlibat dalam pertemuan dan sesi interaktif. Tapi dia kehilangan kepercayaan dirinya karena rambutnya yang pendek,” bunyi gugatan tersebut.

“Dia juga menderita kehilangan pendapatan karena gangguan mental setelah potongan rambut yang buruk dan, setelah itu, perawatan rambut yang menyiksa. Dia juga meninggalkan pekerjaannya… Dia telah melalui rasa sakit dan trauma selama dua tahun terakhir setelah kejadian ini,” sambungnya.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...