(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Garin Nugroho Akan Maju Jadi Bakal Calon Wali Kota Yogya

Rike
Rike

Garin Nugroho Akan Maju Jadi Bakal Calon Wali Kota Yogya
WinNetNews.com-Jogja Independent (JOINT) akhirnya pilih Sineas Indonesia Garin Nugroho dan Rommy Heryanto jadi Bakal Calon (Balon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Yogyakarta yang bakal maju dalam Pilkada serentak 2017.

Garin dan Rommy terpilih usai lewati proses penilaian dari tim 9 dan masyarakat pada proses konvensi. Sebelumnya pra konvensi telah pilih 5 orang. Kelima orang hari ini diundang tahap Konvensi di Jogja Exspo Center (JEC), Bantul. Ada empat orang yang hadir diantaranya Emmy Yuniarti Rusadi, Fitri Paulina Andriani, Garin Nugroho, dan Rommy Heryanto. Balon yang tak hadir adalah Andrie Primera Nuary. Panelis dan jadi juri konvensi, Busyro Muqoddas, Zainal Arifin Mochtar, Herry Zudianto, Bobi Setiawan, Budi Wahyuni, Achmad Nurmandi, ST Sunardi, Robby Kusumaharta, dan Edi Suadi Hamid.

Salah satu panelis dari tim 9, Zaenal Arifin Mochtar mengungkap, dengan pertimbangan kuantitatif dan juga aspek kualitatif akhirnya tim memilih Garin Nugroho dan Rommy Heryanto jadi Bakal Calon (Balon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Yogyakarta melalui Joint. Adapun penilaiannya dari survei di konvensi, terdapat 105 formulir survei yang dikembalikan, hanya ada satu yang dibatalkan sebab memilih semua.Hasilnya, ketua RW dan ormas sekitar 50% memilih Garin Nugroho. Sementara dari warga diluar undangan 39 % juga memilih Garin Nugroho. "Secara konsep, prosedural dan sistem yang disepakati joint dan panelis, calon walikota yang diusung adalah mas Garin Nugroho," jelasnya, kepada wartawan Minggu (17/4/2016). Garin yang terpilih kemudian menentukan siapa dari tiga orang tersebut untuk maju bersama dirinya jadi bakal wakil wali kota. Usai melakukan diskusi dengan panelis dan Joint, akhirnya memilih Rommy Heryanto menjadi pasangannya.

Sedangkan, Ketua tim 9 Busyro Muqoddas mengungkap selain penilaian dari panelis kepada empat orang bakal calon. Namun juga dilihat dari elemen masyarakat yang hadir pada konvensi. Tujuan dari dua klaster dalam memilih ini guna memberikan kesempatan pada masyarakat selain dari tim pansel untuk menentukan siapa yang akan maju."Dua klaster memang didesain baik secara penuh kesadaran konseptual dan intuisi demokrasi yang original, dan baru pertama kali di dunia," ujar Busyro.

Sumber:okezone.com

Foto: http://berita.suaramerdeka.com

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});