Garuda Indonesia Masih Gunakan Harga Lama

Garuda Indonesia Masih Gunakan Harga Lama

Menyusul dinaikkannya biaya pokok per satuan jasa pelayanan navigasi penerbangan sebesar 10% oleh Kementerian Perhubungan, Garuda Indonesia belum menaikkan harga tiket.

"Untuk sementara belum ada kenaikan harga tiket, karena harus ada persetujuan Kemenhub, karena harus buka tarif batas atasnya," jelas General Manager Garuda Indonesia Cabang Manado Deddy Irawan di Manado, Senin (21/09/2015).

Walau demikian Garuda akan tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dan pelanggan Garuda. "Kami akan terus perbesar pangsa pasar dari segmen koorporasi," tegas dia.

Ia menyatakan dengan tawaran rate khusus, kami rasa segmen ini akan tetap loyal dengan Garuda. Ia mengungkapkan khusus pelanggan perorangan atau segmen leisure juga mendapat penawaran harga promo yang mendekati tarif batas bawah/TBB.

"Kami akan tawarkan bonus point mileage untuk anggota Garuda Miles/GFF," ungkap dia.

Kemenhub menaikkan biaya pokok per satuan jasa pelayanan navigasi sebesar sepuluh persen tersebut bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan untuk investasi baru, terutama menyangkut pelayanan navigasi penerbangan. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 103/2015 tentang perubahan atas Permenhub No. PM 17/2014 tentang formulasi dan mekanisme penetapan biaya pelayanan jasa navigasi penerbangan.

Dalam aturan baru tersebut, komponen biaya usaha lainnya tidak lagi menjadi bagian dari biaya pokok per satuan jasa pelayanan. Dengan demikian, komponen biaya pokok tersebut antara lain biaya pegawai, utilitas, perlengkapan, pemeliharaan, penyusutan dan biaya umum.