Garuda semester II diramal tetap positif

Rusmanto
Kamis, 30 Juli 2015 08:59 WIB
Oleh Rusmanto pada Kamis, 30 Juli 2015 08:59 WIB
Image Garuda semester II diramal tetap positif

Selama paruh pertama 2015, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berhasil mengantongi laba bersih sebesar US$ 27,7 juta atau setara dengan Rp 368,7 miliar. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan masih menderita rugi sebesar US$ 203,02 juta.

Thennesia Debora, analis BNI securitas menuturkan, GIAA berhasil bangkit dari kerugian dan mencatat keuntungan karena berhasil menerapkan Quick Wins sehingga beban yang ditanggung semakin ringan.

Quick wins yang diterapkan perseroan selama semester I diantaranya melakukan restrukturisasi rute dan jaringan, efisiensi beban operasional, dan refinancing utang.

Langkah restrukturisasi yang dilakukan dengan menghapus rute dan jaringan yang kurang menguntungkan serta membuka rute baru yang lebih menjanjikan seperti ke Cina dan ke wilayah timur tengah.

Alhasil, beban usaha emiten penerbangan BUMN ini memang mengalami penurunan 9,1% menjadi US$ 1,79 miliar dari sebelumnya US$ 1,97 miliar. Ini terutama ditopang oleh penurunan beban operasional penerbangan dari US$ 1,19 miliar menjadi US$ 1,05 miliar. Sedangkan beban keuangan turun 12% menjadi US$ 34,3 juta.

Dengan pencapaian kinerja semester II, Thennesia memandang prospek kinerja perseroan semester II akan positif. Oleh karena itu, dia berencana mengevaluasi target kinerja dan harga GIAA tahun ini. Sebelumnya, dia memproyeksikan laba bersih GIAA US$ 75,76 juta dan pendapatan US$ 4,4 miliar.

Reza Priyambada, Kepala riset NH Korindo juga memperkirakan kinerja GIAA hingga akhir tahun akan lebih positif. Pasalnya, perseroan telah terbukti berhasil melakukan efisiensi selama paruh pertama tahun ini dengan mencatatkan laba bersih di tengah perlambatan ekonomi dan nilai tukar rupiah yang masih tinggi.

Tahun ini, menagemen GIAA menyampaikan akan mengandalkan musim haji dan menggunakan pesawat berbadan lebar guna mengejar kinerja yang lebih cerah tahun ini.

Menurut Reza, mengandalkan musim haji dan menggunakan pesawat berbadan lebar akan memberi kontribusi 30% terhadap pendpaatan GIAA. Namun, menurutnya perseroan juga harus tetap mencari inovasi untuk meningkatkan penerbangan reguler misalnya dengan cara menggadeng perusahaan lain untuk memberikan paket dan promo perjalanan.

Reza mengungkapan, jika perseroan konsisten melakukan efisiensi dan inovasi bagaimana menjaring penumpang maka akhir tahun kinerja perseroan akan jauh lebih positif. Dia merekomendasikan buy untuk GIAA dengan target harga Rp 535. Sementara Thennesia saat ini masih merekomendasikan hold dengan target Rp 615.

Garuda pada Rabu (29/7) ditutup di harga Rp 451 per saham. Menurut anda ? (jk)

Cara Memakai Tas yang Tepat Agar Tidak Mencederai Tubuh
Makan Terong Ternyata Bisa Bikin Bahagia. Nih Buktinya!

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.