Gawat! Kepiting Indonesia Mau Diselundupkan!

Zulkarnain Harahap
Zulkarnain Harahap

Gawat! Kepiting Indonesia Mau Diselundupkan! Petugas amankan kepiting bertelur yang hendak diselundupkan/Dokumentasi BKIPM Tarakan

WinNetNews.com – Sebanyak 3.600 kepiting bertelur yang rencananya akan diselundupkan ke Malaysia pada Jumat (14/4/2017) tengah malam, berhasil digagalkan oleh tim dari Pangkalan TNI Angkatan Laut dan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Klas II di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Satu motoris speedboat bernama Anwar juga telah ditahan dan menjalani pemeriksaan polisi.

"Ini dari hasil kerja sama dan koordinasi antara kami dengan TNI AL," kata Kepala UPT Stasiun BKIPM Sab Lestiawan, Sabtu (15/4/2017).

Penggagalan ini berawal saat anggota TNI AL mengendus rencana penyelundupan. Setelah berkoordinasi dengan BKIPM Tarakan, akhirnya mereka bisa menangkap Anwar di Pulau Sadau. Pulau Sadau berada di sebelah barat Pulau Tarakan. Orang lokal mengenalnya sebagai salah satu obyek wisata dari Tarakan.

Saat ditangkap, dikutip dari keterangan resmi, Anwar tak bisa mengelak ketika kedapatan memuat 3.600 kepiting yang semuanya bertelur. Total beratnya mencapai 1,2 ton. Kepiting pun diserahkan ke BKIPM Tarakan untuk dilepasliarkan, Sabtu pagi.

"Kepiting itu dilepasliarkan di areal pelabuhan Mambrungan Angkatan Laut Tarakan, sedangkan Anwar masih dalam penyidikan Polres Tarakan," kata Sab Lestiawan.

Sab Lestiawan menambahkan, setiap upaya ekspor ilegal kepiting melanggar Undang-Undang Karantina Nomor 16 tahun 1992, termasuk Pasal 6 yang mencantumkan tentang setiap media pembawa harus melalui pintu yang sudah ditetapkan petugas dan disertai sertifikat kesiapan ikan.

Upaya penyelundupan juga melanggar Peraturan Menteri Kelautan Nomor 56 Tahun 2016 yang melarang penangkapan kepiting bertelur. Siapa pun yang terlibat, terancam sanksi 2 tahun penjara dan denda Rp 150 juta berdasarkan peraturan itu.

Gagalnya ekspor ilegal kepiting bertelur kali ini menambah panjang daftar penyelundupan lewat Tarakan. Belum lama ini, BKIPM Tarakan mengungkap penyelundupan 37 koli berisi 3.300 kepiting dengan total 1,2 ton pada Januari 2017.

Kemudian, dua kali penyelundupan dengan total 1.700 kepiting bertelur di bulan Maret 2017. Sementara itu, pada 2016, BKIPM Tarakan menggagalkan 30 kali pengiriman terdiri dari 62.568 kepiting bertelur.

Apa Reaksi Kamu?