Skip to main content

Gayus Minta Pimpinan MA Tindak Tegas Nurhadi

Gayus Minta Pimpinan MA Tindak Tegas Nurhadi
Gayus Minta Pimpinan MA Tindak Tegas Nurhadi

Winnetnews.com – Kasus yang menyeret nama Sekretaris MA, Nurhadi beberapa waktu lalu membuat kinerja lembaga Mahkamah Agung sedikit terganggu. Untuk itulah Hakim Agung, Gayus Lumbuun meminta ketua MA, Hatta Ali untuk mengambil tindakan tegas terhadap bawahannya.

Beberapa waktu belakangan ini memang ketidak-hadiran Nurhadi di kantor MA tengah menjadi sorotan, karena menurut Gayus, kinerja yang tidak optimal tersebut sangat merugikan lembaga yudisial secara keseluruhan.

Kekhawatiran Gayus sepertinya sangat beralasan. Kemelut yang melanda MA semakin lengkap jika Sekretaris MA hingga hari ini tidak menjalankan tugasnya dengan maksimal. Tugas-tugas Nurhadi sebagai Sekretaris MA seharusnya terikat dengan ketentuan PP No 53 tahun 2010 pasal 7 dan pasal 10 tentang Disiplin PNS.

"Sekretaris MA yang membidangi SDM, anggaran MA dan aset akan mengakibatkan kekosongan pimpinan tertinggi di ketiga bidang yang sangat strategis itu," tutur Gayus.

Sikap yang dilakukan Nurhadi itu menambah daftar berbagai catatan yang menuai polemik MA belakangan ini. Dari kasus Andri Tristanto Sutrisna hingga Edy Nasution yang dibekuk KPK. Bahkan nama Nurhadi terseret kasus itu dan orang nomor 1 PNS MA itu dicegah ke luar negeri. Gayus menilai hal itu merupakan kemelut yang harus disudahi.

"Kemelut yang melanda MA dengan marak dan secara masih terjadi menyimpangan dan istilah-istilah yang disebutkan masyarakat dengan istilah jual beli atau dagang perkara juga timbul predikat mafia peradilan dilakukan oleh pejabat-pejabat peradilan di tingkat bawah sampai mengaitkan nama-nama hakim MA termasuk hakim Agung, menjadikan kemelut yang melanda MA, lengkap sudah," tambah Gayus.

Jika pimpinan MA tidak mengambil sikap tegas untuk menyelesaikan masalah ini, maka Gayus pun menerangkan, Prisiden sebagai kepala negara memiliki kewenangan untuk melakukan pembenahan untuk memberikan jaminan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat yang mencari keadilan tetap percaya pada lembaga peradilan.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top