Gedung Milik Daesung BIGBANG Dilaporkan Dipakai Untuk Bisnis Illegal dan Prostitusi
Foto: Knetizen

Gedung Milik Daesung BIGBANG Dilaporkan Dipakai Untuk Bisnis Illegal dan Prostitusi

Jumat, 26 Jul 2019 | 09:52 | Nisa Diniah

Winnetnews.com - Kontroversi kembali menyeret salah satu member BIGBANG. Kali ini, giliran Daesung yang tengah menjalani wajib militer muncul dengan kabar kurang menyenangkan. Dilaporkan bahwa sebuah gedung yang dimiliki oleh Daesung diduga menjadi tempat bisnis ilegal dan prostitusi sejak dia membeli bangunan itu sebelum berangkat wajib militer.

Media Korea, Channel A menemukan bahwa banyak lantai di gedung itu tidak bisa diakses dengan lift di siang hari, tetapi pada malam hari, apa yang tampak sebagai bisnis hiburan yang menyajikan minuman beralkohol dibuka. Dalam penyelidikan, mereka menemukan tindakan ilegal yang dilakukan di gedung itu, termasuk bisnis ilegal dan prostitusi.

Daesung sendiri membeli bangunan di pusat Gangnam pada November 2017 dengan harga 31 miliar KRW (Rp 366 miliar). Saat ini, biaya sewa diperkirakan mencapai 100 juta KRW per bulan. Bagian dari bangunan yang sedang diinvestigasi adalah ruang bawah tanah dan lantai 5 hingga 8, yang terdaftar sebagai rumah bagi studio foto dan restoran tapi tidak memiliki papan nama. Tapi, ketika dilihat dari luar, tidak ada tanda-tanda untuk apa lantai 5 sampai 8 digunakan, dan lift juga tidak memiliki tombol ke lantai ini.

image0

image1

Bahkan tetangga di sekitar gedung milik Daesung menyatakan bahwa bisnis itu hanya buka pada malam hari dan seringkali banyak wanita memasuki kamar yang penuh dengan pria dan diantar dengan mobil mewah.

Lebih dari setengah bangunan digunakan untuk kegiatan ilegal, tetapi agen mengatakan dia tidak tahu tentang itu. "Daesung hanyalah pemilik gedung dan dia tidak ada hubungannya dengan operasi bisnis. Kami hanya mengetahui bisnis yang memberikan lisensi bisnis pada saat pembelian gedung. Jika kami mengkonfirmasi bahwa ada kegiatan hiburan ilegal yang terjadi, kami akan mengakhiri kontrak dengan penyewa," tuturnya.

Tapi, agen lainnya tidak percaya bahwa Daesung tidak tahu tentang prostitusi dan kegiatan ilegal yang terjadi. "Dia tahu tentang hal itu ketika membelinya 100%. Kami agen real estate melakukan uji tuntas dan menunjukkan kepada klien setiap lantai bangunan sebelum mereka membelinya", ungkap seorang sumber.

Bahkan jika Daesung tidak tahu tentang apa yang terjadi di gedung itu, masih menjadi tanggung jawabnya untuk tahu apa yang terjadi di dalamnya. Kantor Polisi Gangnam berencana untuk menyelidiki lebih dalam gedung Daesung dan mengambil tindakan administratif jika ada pelanggaran yang ditemukan.

Mendengar kabar tersebut, para netter langsung sinis. Banyak yang beranggapan satu persatu member BIGBANG terlibat skandal dan berharap Taeyang tak terlibat apapun.

"YG adalah organisasi pelacuran besar," kata salah seorang netter.

"Ada 4 lantai yang tidak bisa dicapai dengan lift di gedung ini. Ini terlalu aneh," ujar netter lainnya.

"Hul ... Jika Daesung melakukan itu, saya benar-benar merasa dikhianati .. Saya suka Big Bang dan Daesung di TV dan Daesung tertawa dengan ekspresi polos ... apa sih mereka?" seru netter lainnya.

"YG belum berakhir? Kita tidak boleh mengkonsumsi semua produk YG seperti rekaman, album, YouTube, dan pertunjukan," kata netter lainnya.

"Yang Hyun Suk adalah tukang sampah ... Ada juga penyanyi di bawahnya ... YG hanyalah tempat pembuangan sampah," tambah netter lainnya.

"Berharap bahwa Taeyang setidaknya bersih," ucap netter lainnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...