Gegara Anak Buahnya, Propam Mabes Polri Bakal Usut Kapolda Lampung
Kuasa hukum keluarga korban dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur/Foto: Zool WNN

Gegara Anak Buahnya, Propam Mabes Polri Bakal Usut Kapolda Lampung

Kamis, 4 Mei 2017 | 10:04 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com - Tak tanggung-tanggung, penembakan brutal Tim Ranger Tekab 308 Polresta Bandar Lampung ke lima remaja, justru berimbas pada pucuk pimpinan mareka. Kapolda Lampung dilaporkan ke Propam Mabes Polri oleh pihak keluarga yang merasa tidak terima dengan penembakan tewaskan lima remaja. Apalagi kelimanya ditembak baru dalam tahap dugaan keterlibatan tindak pidana begal.

"Ini lima orang ini, anak di bawah umur yang dituduh DPO sebagai residivis, kita melihat ada proses yang salah dalam rangka penegakkan hukum, terutama kepolisian Polda Lampung," kata Alian Setiadi kuasa hukum keluarga dari lima remaja di kompleks Mabes Polri, seperti dikutip dari keterangan resmi, Kamis (04/05/2017).

Menurut Alian, ada dugaan kesalahan prosedur aksi penembakan kepada lima remaja. Terbukti dengan peluru yang menganai lima remaja, justru menyasar ke organ yang mematikan.

"Dari jenazah korban itu bukan hal untuk dilumpuhkan ketika seseorang mau ditangkap. Artinya ini prosesnya sangat sadis dan kejam. Terlihat dari jumlah peluru yang mematikan," lanjut Alian.

Tidak hanya itu, kata Alian, kelima remaja tampak dihabisi dengan sadis. Mengingat peluru yang bersarang ke tubuh lima remaja tidak hanya ada satu. Ada yang ditembak sebanyak dua kali, bahkan satu lagi diberondong hingga sembilan kali.

"Paling sedikit dua tembakan, nah yang kena dua tembakan itu dia patah leher dan kakinya. Paling banyak sembilan tembakan yang diarahkan ke dada. Semua ini sangat sadis," ungkap Alian.

Sementara Halimah, ibu dari salah satu korban menegaskan jika anaknya bukan pelaku kriminal ataupun residivis kasus begal. Halimah menceritakan jika sehari-hari anaknya bekerja sebagai montir dan petani.

"Anak saya kerja di bengkel, kalau sehari-hari menyusul ikut saya ke ladang, ke sawah, mengantar pupuk. Itu aja," tutur Halimah sembari menahan isak tangisnya.

Laporan keluarga atas tragedi penembakan keji sudah diterima Propam dengan nomor SPSP2/1514/V/2017/BAGYANDUAN. Propam kata para pelapor sudah menjanjikan bakal mengusut tuntas tragedi ini.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...