Geger Virus Corona, Warga Gunung Kidul 'Santuy' Makan Kelelawar Bacem
Kelelawar bacem (foto: Phinemo)

Geger Virus Corona, Warga Gunung Kidul 'Santuy' Makan Kelelawar Bacem

Kamis, 30 Jan 2020 | 10:14 | Amalia Purnama Sari

Winnetnews.com - Di Desa Giriharjo, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, ada sebuah warung makan yang menjual santapan ekstem. Salah satu menu yang disajikan adalah kelelawar bumbu bacem.

Kelelawar buah adalah jenis kelelawar yang dipilih untuk dimasak dengan bumbu bacem. Kelelawar yang dikenal dengan nama codot ini berebda dengan kelelawar gua yang berbau anyir.

“Saya jual codot bacem sudah turun-temurun, tetap banyak yang beli,” kata Sukarwanti, penjual codot bacem di Giriharjo, Panggang, Gunung Kidul, dilansir dari Tempo, Rabu (29/01).

Menurut Sukarwanti, para pelanggan codot bacem percaya jika hewan liar tersebut bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti asma, asam urat, dan diabetes.

Meski tengah merebak isu virus corona yang dipercaya berasal dari kelelawar, warung tersebut tetap ramai pembeli. Menurut Sukarwati, codot bacem olahannya aman dikonsumsi. Sebab, ia menggunakan proses pengolahan yang lama. Ia bahkan membersihkan kelelawar dan mengulitinya.

Setelah dibersihkan, codot itu kemudian digodok lama. Bumbu bacem dimasukkan ke dalam rebusan sehingga daging menjadi gurih. Selepas itu, daging codot pun digoreng. Proses masak yang panjang tersebut membuat Sukarwati yakin jika daging codot olahannya aman dikonsumsi.

“Codot didapat dari warga yang pergi berburu, di Tegalan dan dekat pantai,” lanjut Sukarwati.

Harga codot bacem di sini tidaklah mahal, yakni kisaran Rp7.000 hingga Rp8.000 untuk ukuran kecil. Sedangkan codot besar diharagi sebesar Rp15.000 per ekor.

Menurut penuturan Sukarwati, pemebelinya tak hanya datang dari wilayah Gunung Kidul, namun juga luar kora. Bahkan ada beberapa orang yang memesan codot bacem untuk dikirim ke tempat mereka.

Menurut Sukarwati, jika memang virus corona berasal dari kelelawar, itu karena orang tidak benar dalam meamsaknya.

Salah satu pelanggaan Sukarwati, Slamet, mengaku sangat kerap makan kelelawar bacem ini. Sama seperti Sukarwati, Slamet percaya jika dimasak dengan benar, codot ini akan bebas penyakit dan justru menjadi obat. "Saya sudah mengonsumsi makanan ini sejak Gempa Bantul 2006 silam. Selain gurih dan enak juga bisa mengobati sakit asam urat saya," tuturnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...