Gejolak Politik Berkaitan Erat dengan Kepercayaan Pasar

Gejolak Politik Berkaitan Erat dengan Kepercayaan Pasar

WinNetNews.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo mengungkapkan, ada hubungan yang kuat antara ketidakpastian politik dan kepercayaan pasar.

Oleh karena itu, perlu upaya memperkuat fondasi sistem keuangan global. "Jika tidak, ada kemungkinan bahwa seluruh negara di dunia akan terjebak dalam lingkaran buruk yang sama, yaitu krisis ekonomi," kata Agus dalam sambutannya pada acara BI-Federal Reserve Bank of New York Joint International Seminar di Hotel Sofitel Nusa Dua, Bali, Senin (1/8/2016).

Agus menyatakan, kondisi ekonomi global saat ini masih dalam ketidakpastian yang tinggi sehingga mempengaruhi prospek pertumbuhannya.

Menurut Agus, normalisasi dalam kebijakan moneter telah berlangsung di Amerika Serikat. Sementara itu, kebijakan yang diambil di wilayah Eropa dan Jepang telah melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter.

"Pada saat yang sama, perkembangan di China telah memperlihatkan perlambatan bertahap sebagai konsekuensi dari rebalancing ekonomi. Beberapa negara telah mengadopsi kebijakan suku bunga negatif, dengan beberapa yurisdiksi akan lebih negatif," jelas Agus.

Sementara itu, keputusan terbaru Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa menambah komplikasi lain untuk prospek ekonomi global sudah lebih buruk. Fenomena Brexit, kata dia, telah menunjukan kerentanan terhadap era baru ketidakpastian politik.