Gelombang Mirip Tsunami Meluap di Kawah Ijen, Satu Penambang Tewas
Kawah Gunung Ijen. (Foto: indonesia.go.id)

Gelombang Mirip Tsunami Meluap di Kawah Ijen, Satu Penambang Tewas

Minggu, 31 Mei 2020 | 09:36 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Gelombang setinggi 3 meter menghantam Kawah Gunung Ijen pada Jumat (29/5) sore sekitar pukul 12.30 WIB.

Kawah Ijen tersebut diketahui juga mengandung gas beracun serta tremor. Akibat dari peristiwa ini, satu orang penambang tewas di lokasi kejadian.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Eka Muharram mengonfirmasi kejadian tersebut.  Ia menyebut kejadian tersebut sebagai fenomena bualan.

"Iya betul ada kejadian tersebut. Ada yang menyebutnyanya tsunami. Tapi di gunung tidak ada istilah tsunami. Ini fenomena bualan. Jadi ada letupan yang mengakibatkan luapan di permukaan air danau kawah Ijen," kata Eka mengutip dari Kompas.com.

Ia mengungkapkan, ketika kejadian, terdapat dua orang penambang yakni Halimik warga Desa Jopuro, Kecamatan Glagah dan Andik warga Kecamatan Muncar. 

Halmik, korban yang selamat menuturkan, ia dan rekannya langsung menyelamatkan diri saat mendengar suara dentuman sangat keras dari dasar kawah Gunung Ijen. 

Di saat bersamaan muncul gelombang setinggi 3 meter yang disebut mirip tsunami dari bibir kawah. 

Sementara itu, Andik yang berusaha menyelamatkan diri terpeleset karena menginjak pijakan yang rapuh saat air meninggi. Andik kemudian jatuh di danau kawah Gunung Ijen. 

"Setelah kejadian tersebut para penambang yang ada di lokasi sempat mencari Andik. Namun sampai Jumat malam, korban belum ditemukan karena kondisi cuaca hujan dan angin kencang. Jadi pencarian sempat dihentikan," jelas Eka. 

Pencarian kemudian dilakukan pada Jumat pagi, hingga korban ditemukan tewas mengapung di kawah Gunung Ijen. 

"Korban langsung dievakuasi dan untuk sementara aktivitas penambangan belerang di Gunung Ijen kita tutup," kata Eka.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...