Genius ! Siswa SD di Semarang Ciptakan Alat Deteksi Beban

Nadia Chevina
Nadia Chevina

Genius ! Siswa SD di Semarang Ciptakan Alat Deteksi Beban

WinNetNews.com – Sering kita lihat anak-anak sekarang memakai tas-tas besar ketika berangkat ke sekolah. Dari kejauhan saja orang lain dapat menebak tas yang dipakai berat. Di semarang, seorang anak SD bernama Rafi Yudha Hidayat (10) menciptakan alat yang bisa memberitahu kalau beban tas terlalu berlebihan.

Awalnya melihat dan merasakan beban tas yang dibawa selama ini terkadang berlebihan dan menyiksa bagian pundak. Bocah yang hobi membaca dan browsing pengetahuan di internet itu kemudian mencari tahu sebatas mana beban tas yang seharusnya dibawa siswa SD. Melansir detik, saat diwawancarai, Rafi berkata "Banyak teman-teman yang mengalami masalah karena tasnya berat, punggung jadi sakit. Saya juga merasakan. Saya terus cari lewat google, di The American Occupational Therapy Association."

Dari hasil searching-nya itu ternyata diketahui beban yang baik dibawa di dalam tas adalah tidak lebih dari 10% berat badan si pembawa tas. Anak kedua dari pasangan Daya Hidayat dan Yusi Pritawati itu kemudian terpikir untuk membuat alat yang bisa memberi tahu pemilik tas kalau bebannya terlalu berat.

Alat sederhana tersebut bisa mengeluarkan suara jika beban tas melebihi 10% berat badan pembawa tas. Bunyi alarm yang disematkan dalam alat bernama Bag Overweight Sesor (BOS) itu terinspirasi dari lift yang kelebihan muatan.

image0

Rafi kemudian mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan yaitu neraca pegas, logam, ruji sepeda, kabeltis, kabel biasa, dan sirine sepeda sebagai alarm. Ia dibantu guru pembimbing kemudian melakukan percobaan.

"Saya dibantu guru pembimbing, kan ada melubangi alat-alatnya, merakit," ujar Rafi.

Percobaan pertama Rafi gagal karena dua neraca pegas yang dipasang di masing-masing strap atau tali sandang menunjukkan angka berbeda sehingga akurasi tidak sempurna. Kemudian percobaan kedua menggunakan sensor di bagian bawah ransel. Ternyata percobaan itu kembali gagal karena beban tas paling berat ada di starp yang berada di pundak bukan di bawah ransel.

BOS yang dibuat Rafi cukup sederhana, cara kerjanya yaitu memasukkan logam kecil yang sudah terpasang kabel ke lubang di kaca jarum penunjuk pada neraca pegas sesuai dengan 10% berat badan. Kemudian jika beban tas melebihi 10% berat badan maka tembaga pada jarum penunjuk akan menyentuh logam sehingga alarm yang diletakkan di dalam tas akan berbunyi.

Detektor tersebut pemakaiannya belum secara portable, namun harus diaplikasikan dengan dipasang langsung pada bagian atas ransel dan tali sandang. Jadi alat BOS akan menjadi satu rangkaian dengan tali sandang. Berkat ide dan kreatifitasnya, temuan Rafi itu bulan lalu memenangkan lomba Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) di Jakarta. Proposal tentang BOS berhasil melibas 811 proposal lainnya dan mengalahkan 18 besar tepilih.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});