Giring Tak Rela Anies Jadi Presiden: Jangan Sampai Indonesia Jatuh ke Tangan Pembohong!

Anggara Putera Utama

Dipublikasikan 4 bulan yang lalu • Bacaan 1 Menit

Giring Tak Rela Anies Jadi Presiden: Jangan Sampai Indonesia Jatuh ke Tangan Pembohong!
Plt Ketum PSI Giring Ganesha

Winnetnews.com -   Plt Ketum PSI Giring Ganesha mengkritik kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di tengah krisis pandemi Covid-19. Ia menyebut Anies hanya pura-pura peduli dengan masyarakat yang menderita akibat Covid-19.

Kritik keras itu disampaikan Giring dalam sebuah video yang diunggah di akun Twitter @psi_id, Selasa (21/9). Dalam video itu Giring mengatakan dalam situasi krisis, seorang pemimpin harus mengambil tanggung jawab, termasuk menyampaikan kepada publik secara transparan situasi dan pilihan yang diambil.

"Gubernur Anies Baswedan bukanlah sebuah contoh orang yang bisa mengatasi krisis. Indikator utama dalam menilai kegagalan Gubernur Anies Baswedan adalah melihat bagaimana cara Gubernur DKI Jakarta membelanjakan uang rakyat selama pandemi," kata Giring.

Ia menuding APBD DKI dibelanjakan untuk kepentingan Anies maju sebagai calon presiden 2024. Selain itu, Giring menganggap Anies telah mengabaikan suara rakyat yang menginginkan Formula E dibatalkan.

"Uang muka dan jaminan bank bagi penyelenggaraan balap mobil Formula E dibayar Anies pada saat pemerintah secara resmi mengumumkan negara dalam keadaan darurat karena pandemi COVID-19. Uang rakyat sebanyak itu dihabiskan oleh Gubernur Anies Baswedan di tengah penderitaan rakyat yang sakit, meninggal, dan hidupnya susah karena pandemi," ujar Giring.

"Uang Rp 1 triliun dia keluarkan padahal rakyat terlantar tidak masuk ke rumah sakit yang penuh. Rakyat kesulitan makan karena kehilangan pekerjaan," sambungnya.

Giring menanggap Anies gagal mengatasi situasi krisis dan malah menyerah di tengah penderitaan rakyat. Menurutnya, seluruh rekam jejak itu harus menjadi pertimbangan masyarakat jika Anies maju di Pilpres 2024 nanti.

"Pura-pura peduli adalah kebohongan Anies Baswedan di tengah pandemi dan penderitaan orang banyak. Rekam jejak pembohong ini harus kita ingat sebagai bahan pertimbangan saat pemilihan nanti di 2024. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohong. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan Anies Baswedan," ucapnya.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...