(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Go-Jek Mengaku Merugi Sejak Agustus

Muchdi
Muchdi

Go-Jek Mengaku Merugi Sejak Agustus

WinNetNews.com – Saat ini situasi sulit tengah dihadapi oleh Manajemen Go-Jek. Kebijakan menerapkan potongan tarif baru mendapat protes dari para pengemudi. Mereka bahkan mengancam akan melakukan aksi mogok pada Selasa (3/11/2015) ini.

Akan tetapi, sejak Senin (2/11/2015), kebijakan baru diambil dengan memotong tarif menjadi Rp 3.000 untuk tiap km. Manajemen Go-Jek sebelumnya menerapkan tarif Rp 4.000 per km.

Baca Juga : Kantor Go-Jek Diserang Orang Misterius

Sebagai gambaran, untuk 25 km dihargai Rp 100.000, maka pengemudi menerima Rp 80.000 dan manajemen Rp 20.000. Namun, dengan adanya potongan itu, harga untuk 25 km menjadi Rp 75.000 dengan Rp 15.000 untuk manajemen. Sehingga, pengemudi hanya menerima Rp 60.000.

Sehubungan dengan rencana aksi mogok, manajemen Go-Jek mengaku mengalami kerugian sejak sebelum Agustus lalu. Kerugian itu akibat dari dana promosi guna meningkatkan pesanan mereka.

Seperti pesan yang dikirimkan kepada seluruh pengemudi Go-Jek, yang dilansir Suara Pembaruan, Jakarta (03/11/2015) yaitu "Sejak sebelum bulan Agustus, Management telah mengeluarkan dana untuk promosi agar jumlah order yang didapat driver meningkat. Sejak saat itu sampai saat ini Management tetap beroperasi dengan merugi demi kesejahteraan rekan-rekan driver. Kebijakan ini dilakukan untuk mengurangi sedikit kerugian demi menjamin kesejahteraan rekan-rekan dan keluarga."

Rencana aksi mogok itu pun disikapi dengan serius oleh Manajemen Go-Jek. Tak tanggung-tanggung, mereka mengancam para pengemudi yang ikut mogok akan dipecat.

"Kami mengambil keputusan bahwa setiap driver yang berpartisipasi atau memprovokasi demo/mogok/sweeping akan diputus kemitraannya," sambung pesan itu.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});