(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Golkar: MKD Harus Cermat Meneliti Skandal Makelar Freeport

Rani
Rani

Golkar: MKD Harus Cermat Meneliti Skandal Makelar Freeport

WinNetNews.com - Sekretaris Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo, mendukung MKD untuk bekerja secara profesional. Hal ini terkait dengan laporan Sudirman Said kepada MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan) atas dugaan Setya Novanto yang menjanjikan kelancaran proses perpanjangan operasi PT Freeport Indonesia dengan imbalan saham untuk Presiden dan Wapres.

"MKD tidak boleh ragu untuk menuntaskan laporan tersebut, tapi juga harus adil dan bekerja sesuai fakta. Fraksi Partai Golkar mendukung sejauh itu untuk kebaikan DPR sebagai institusi yang perlu dijaga marwah dan kehormatannya," kata Bambang Soesatyo dikutip dari situs Detik, Selasa (17/11/2015).

Namun, Bambang tetap mengingatkan agar MKD meneliti dengan cermat dan melakukan verifikasi terhadap bukti rekaman tersebut. Menurutnya laporan Sudirman Said tersebut juga syarat akan nuansa politis disamping masalah hukum.

"Rekaman itu perlu diverifikasi. Dan harus juga diungkap siapa yang merekam pembicaraan sensitif tersebut dan untuk tujuan apa," kata Bambang.

"Kepada yang dimaksud namanya dalam laporan tersebut siapapun itu, segeralah meminta maaf kepada rakyat, khususnya kepada Jokowi dan JK yang seolah-olah dikesankan meminta bagian saham dari perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia tersebut," pinta Bambang.

Baca juga artikel: Tak Hanya MKD & Kepolisian, JK Perkarakan Novanto ke Partai Golkar

Diketahui bahwa Sudirman Said melaporkan kasus dugaan pencatutan tersebut kepada MKD Senin (16/11/15). Meski demikian, Sudirman tak menyebutkan secara jelas siapa aktor di balik makelar Freeport tersebut.

Kemudian tersebar transkip yang diduga rekaman pembicaraan yang membicarakan proses perpanjangan kontrak karya PT Freeport yang melibatkan 3 orang dengan inisial SN (politikus kuat), MS (pimpinan Freeport), dan R (pengusaha). Sampai saat ini belum diketahui secara pasti dari mana asal transkip yang diduga rekaman pembicaraan itu beredar.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});