Skip to main content

Google Brain, Otak Dibalik Kesuksesan YouTube

ilustrasi
ilustrasi

WinNetNews.com - Pernahkah kalian mengalami, saat bersantai sambil mendengarkan genre musik favorit di YouTube, tab rekomendasi di sebelah kanan menyihir kita terus terhanyut di lautan musik dengan genre serupa? Terpikir betapa pintarnya si YouTube merekomendasikan video yang kira-kira sesuai selera kita? Ini rahasianya.

Seperti disebutkan YouTube, Minggu (17/9/2017), semua itu terjadi berkat adanya machine learning alias sistem mesin pembelajaran. Jadi, video-video yang direkomendasikan akan relevan untuk kalian.

Tapi bagaimana caranya YouTube bisa memberikan rekomendasi video yang sesuai dengan minat pencarian kita?

Google Brain adalah alasan dibalik semakin relevannya rekomendasi yang diberikan YouTube. Ini adalah divisi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang mulai digunakan YouTube pada 2015.

Otak ini menggunakan teknik yang dikenal sebagai pembelajaran tanpa pengawasan, yang algoritmanya dapat menemukan hubungan antara input berbeda yang tidak pernah dapat ditebak oleh software engineer.

Satu hal yang menjadi kunci, Google Brain memiliki kemampuan untuk menggeneralisasi. Misalnya, saat menonton sebuah video stand-up komedian, rekomendasi YouTube dengan cukup bagus menampilkan video serupa. Tapi kemudian Google Brain dapat menemukan stand-up komedian lain yang mirip namun tak sama persis, bahkan dapat mencari yang lebih mendekati lagi.

Google Brain mampu melihat pola yang tidak begitu mudah dilihat sehingga membuat sistem rekomendasi YouTube menjadi semakin relevan untuk pengguna YouTube.

Awalnya, YouTube adalah tempat di mana kita mencari video. Seiring berjalannya waktu, kini YouTube telah menjadi sebuah destinasi video yang kebanyakan dari penggunaannya dihasilkan dari hasil rekomendasi yang dilengkapi dengan data berikut:

  • Lebih dari 70% waktu menonton di YouTube dihasilkan dari rekomendasi otomatis
  • Setiap hari, YouTube merekomendasi 200 juta video di beranda YouTube selama miliaran kali di 76 bahasa.
  • Selama 3 tahun terakhir, waktu menonton dari konten yang ditemukan di beranda YouTube telah berkembang 20 kali lipat.

sumber: detikcom

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top