Google Dapat Ijin Untuk Terbangkan Project Loon di Puerto Rico

Google Dapat Ijin Untuk Terbangkan Project Loon di Puerto Rico ilustrasi

WinNetNews.com - Lama tak terdengar kabarnya, proyek balon internet milik Google ternyata masih berlanjut. Federal Communications Commission (FCC) memberi izin kepada Google untuk menerbangkan Project Loon di Puerto Rico

Matthew Berry selaku Chief of Staff to FCC Commissioner Ajit Pai, mengumumkan melalui akun media sosialnya bahwa Project Loon dapat dioperasikan di atas wilayah Puerto Rico sebagai bantuan telekomunikasi karena negara telah dilanda badai Maria.

"FCC mengeluarkan lisensi eksperimental kepada Google untuk menyediakan layanan seluler darurat di Puerto Rico melalui balon Project Loon," cuit Berry lewat akun Twitter.

Belum diketahui dengan jelas, dengan perusahaan telekomunikasi mana proyek balon internet Google itu akan bermitra. 

Sebelumnya, Project Loon yang berada di bawah divisi X ini telah membantu akses telekomunikasi di Peru yang negaranya diterjang banjir ekstrim. Balon helium tersebut mampu memancarkan koneksi LTE dengan bekerjasama dengan operator dalam negeri.

Google mengatakan, Project Loon di Puerto Rico ini akan memancarkan sinyal dari mitra telekomunikasi yang melayang di atas ketinggian 65 ribu kaki.

Selebihnya, Google tak mengungkapnya lebih rinci, perusahaan yang didirikan oleh duo Sergey Brin dan Larry Page ini mengatakan, Project Loon di Peru bisa mengirim 160 GB layanan data. Kapasitas tersebut cukup untuk mengirim dan menerima sekitar 30 juta pesan WhatsApp atau dua juta email.

Perlu diketahui, Project Loon juga diproyeksikan akan terbang di atas wilayah Indonesia, bekerjasama dengan operator seluler Indonesia, yaitu Telkomsel, Indosat Ooredoo, dan XL Axiata

Bersama ketiga operator ini, Google ingin memperluas akses internet di berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil di Indonesia. Google mengklaim melalui teknologinya itu dapat memberikan akses internet ke 100 juta orang di Indonesia.

Disayangkan, nasibnya kini terombang-ambing setelah persetujuan kerja sama operator pada Oktober 2015. Di berbagai kesempatan, baik dari operator maupun pemerintah menyebutkan Project Loon tertahan karena belum adanya izin terbang dari Kementerian Pertahanan. (detikcom)