Gara-gara Telanjangi Pasangan Kekasih, Ketua RT dan RW Ditangkap Polisi

Gara-gara Telanjangi Pasangan Kekasih, Ketua RT dan RW Ditangkap PolisiFoto:Istimewa

WinNetNews.com- Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan video seorang sepasang kekasih yang digerebek warga sekitar dan ditelanjangi. Dikutip dari berbagai sumber yang ada, Dua sejoli yang akan segera menikah, RN (28) dan MA (20), ternyata tidak berbuat mesum. Awalnya pria yang datang ke kontrakan si wanita untuk mengantar makanan.

Tiba-tiba warga datang menggerebek dan menarik keduanya. Tidak hanya itu, warga yang memaksa keduanya mengaku telah berbuat mesum. Pasangan itu masih sama-sama mengenakan baju saat diancam akan ditelanjangi. "Dua-duanya pakai baju. Digedor orang, ditarik bajunya, dibuka oleh oknum itu," kata Kapolresta Tangerang, AKBP Sabilul Alif 

Kedua pasangan itu dituduh berbuat mesum saat digerebek lalu diarak oleh warga. Bahkan keduanya dipaksa ditelanjangi dan menerima penganiayaan

Kepolisian Sektor Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, sudah menangkap sejumlah warga yang menelanjangi, memukuli dan mengarak pasangan kekasih yang dituduh berbuat mesum di dalam rumah kontrakan.

Menurut Kepala Satreskrim Polres Kota Tangerang, Wiwin Setiawan, sudah enam warga yang ditangkap, termasuk ketua rukun tetangga dan ketua rukun warga setempat.

"Kita amankan inisialnya IM, G, T, A, E dan G. Untuk E merupakan ketua RT dan E adalah ketua RW. Mereka ini berdua kita amankan karena terlibat dalam pengeroyokan tersebut," jelas Wiwin. 

Kasus ini terungkap setelah video saat mereka dipukuli, ditelanjangi dan diarak warga beredar dan menjadi viral di media sosial.  Dalam kasus ini, menurut Wiwin, kepolisian akan mengenakan sanksi persekusi kepada pelaku. Saat ini diketahui ada beberapa warga yang sudah diringkus dan diperiksa polisi. Mereka diamankan karena memukul, menelanjangi dan memprovokasi warga.

"Ini memang seperti persekusi karena, mereka mengarak kedua kekasih ini, diminta telanjang di muka umum lalu dianiaya hingga mengalami luka lebam," tambah Wiwin. 

Polresta Tangerang memastikan kedua korban tidak berbuat mesum. Tidak hanya itu saja, Polresta Tangerang juga menyiapkan psikolog dan psikiater untuk mendampingi pasangan itu. Polisi juga menelusuri penyebar video karena dianggap melanggar UU ITE.