Grab Berniat Merambah ke Manufaktur Ponsel Bekas
Grab Holdings bakal merambah ke dunia manufaktur telepon seluler (ponsel) daur ulang atau bekas. [Foto: Travel Daily Media]

Grab Berniat Merambah ke Manufaktur Ponsel Bekas

Senin, 27 Jan 2020 | 09:45 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Secara mengejutkan, Grab Holdings bakal merambah ke luar zona platform tranportasi online. Perusahaan ride hailing yang tengah berkembang pesat di Asia Tenggara yang telah menjadi Every Day Super App ini berencana berinvestasi di manufaktur daur ulang telepon seluler (ponsel).

Menteri Perindustrian (Menperin( Agung Gumiwang Kartasasmita menyebutkan, rencana Grab Holdings itu ditujukan pada ponsel yang sudah relative tua atau rusak.

"Remanufacturing menjadi ponsel baru dan ini berkiatan dengan IMEI," ujar Agus Gumiwang di Davos, Swiss, pekan lalu, seperti dikutip CNBCIndonesia, Senin (27/1).

IMEI mirip identitas ponsel yang dikeluarkan oleh Global System for Mobile Association (GSMA) yang terdiri dari 15 (lima belas) digit nomor desimal unik yang diperlukan untuk mengidentifikasi alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang tersambung ke jaringan telekomunikasi bergerak seluler.

Pemerintah menerbitkan aturan IMEI pada 18 Oktober 2019 lalu dan berlaku pada April 2020. Setelah aturan ini berlaku, ponsel black market yang baru diaktifkan tidak akan tersambung dengan jaringan milik perusahaan telekomunikasi.

Jadi otomatis ponsel ini bisa berfungsi dengan normal bila di bawah ke luar Indonesia. Di Indonesia sendiri ponsel ini hanya bisa untuk foto saja.

President Grab Indonesia Redzki Kramadibrata mengatakan rencana ini masih dalam pembicaraan awal. Cuma menurutnya Indonesia perlu mengaktifkan smartphone yang layak karena akan membantu mendorong ekonomi digital.

"Potensi ekonomi digital Indonesia tak kurang dari US$100 miliar, smartphone yang layak dan terjangkau adalah kuncinya. Mari kita lihat ke depannya," ujar Ridzki. [cnbc]

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...