Skip to main content

Gubernur BI `Curhat` di Depan Bos IMF

Gubernur BI Curhat di Depan Bos IMF
Gubernur BI Curhat di Depan Bos IMF

Ekonomi Indonesia melemah, kini Indonesia tidak cukup tangguh memimpin pertumbuhan global.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo membuka konferensi kerjasama antara International Monetary Fund (IMF) dan BI di kantornya, Rabu, 2 September 2015.

Dalam konferensi yang bertema Future of Asia's Finance: Financing for Development 2015, Agus mengatakan dampak gejolak ekonomi global tak bisa ditampik oleh Indonesia.

Seperti penguatan dolar Amerika Setikat dan rencana The Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan suku bunga, menurunnya harga berbagai komoditas, serta keputusan Tiongkok untuk mendevaluasi mata uangnya demi mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negerinya.

Akibatnya, mulai Juli lalu, perekonomian Asia termasuk Indonesia melemah. Padahal, selama 30 tahun Indonesia cukup tangguh memimpin pertumbuhan global.

"Kondisi sekarang terjadi kerentanan pada pasar keuangan. Ini tentunya harus dapat diatasi dengan kebijakan yang tepat. Stabilitas pertumbuhan menjadi seakan-akan sebuah keharusan. Ekonomi yang moderat dirasa sangat krusial untuk terus melaju," ujar Agus.

BI sendiri, lanjutnya, selama ini senantiasa melaksanakan tugas untuk menjaga kebijakan moneter di tengah perlambatan ekonomi. Seperti melakukan perbaikan defisit transaksi berjalan, neraca perdagangan yang surplus dan menargetkan inflasi 4 plus minus 1 pada 2015.

"Stabilitas sektor keuangan harus dijaga dalam kondisi yang solid. Baik melalui sistem perbankan dan pasar keuangan. Untuk mendukung stabilitas itu, BI setia dengan kebijakan makro prudensial‎," ungkapnya.

Selain itu, BI juga berkomitmen untuk terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top