Gubernur Terpilih Tetap Pertahankan Sistem <em>e-Budgeting</em>
ilustrasi

Gubernur Terpilih Tetap Pertahankan Sistem <em>e-Budgeting</em>

Jumat, 28 Apr 2017 | 07:39 | Rusmanto

WinNetNews.com - Rencana pasangan kepala daerah terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno untuk mempertahankan sistem e-budgeting dalam proses penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) disambut baik DPRD DKI dari berbagai fraksi.

“Sudah seharusnya sistem ini dipertahankan karena lebih transparan dari mulai perencanaan hingga penganggaran dipantau semua. Penggunaan e-budgeting berlaku bagi semua daerah,” kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra Mohamad Taufik.

Menurutnya, penganggaran dengan e-budgeting yang sudah diterapkan sejak 2015 itu sudah terbukti menjadi sistem yang paling tepat. Hal itu disebabkan semua pihak bisa mengawasi tahap demi tahap proses penganggaran hingga pelaksanaan.

Setali tiga uang, anggota DPRD dari Fraksi Partai NasDem Bestari Barus mengatakan, dengan sistem e-budgeting, penyusunan anggaran dalam APBD lebih tertib. “E-budgeting itu untuk menertibkan anggaran supaya tidak terjadi di zaman sebelumnya di saat anggaran bisa diubah-ubah sendiri sehingga postur anggaran berantakan,” tutur Bestari.

Sementara itu, Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta versi hasil hitung cepat Sandiaga Uno mengatakan perlu sinkronisasi lebih antara pemprov dan anggota legislatif. Sandiaga tak menampik belakangan terjadi perbedaan pandangan terhadap rencana pembangunan antara sebagian anggota legislatif dan pemprov, dengan berjalannya pola penganggaran e-budgeting.

“Kita sangat mendukung sistem e-budgeting. Hubungan dengan DPRD DKI Jakarta akan kita tingkatkan. Program pembangunan kan melibatkan pemprov dan DPRD,” ungkap Sandiaga, kemarin.

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sempat dihadapkan persoalan terkait dengan penetapan anggaran daerah akibat penolakan dari sebagian anggota DPRD DKI Jakarta kala itu. Tak ayal, Ahok mengambil diskresi dengan menggunakan APBD 2016 untuk pembangunan tahun anggaran 2017.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...