Gudang Garam: Harga Rokok Akan Naik

Gudang Garam: Harga Rokok Akan Naik

WinNetNews.com - Tarif cukai rokok mengalami kenaikan rata-rata 11,19% mulai 1 Januari 2016. Hal ini dipastikan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Menanggapi hal tersebut, produsen rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) berencana menaikkan harga jual rokok.

Direktut GGRM Heru Budiman mengatakan, pihak Gudang Garam akan menaikkan harga jual rokok secara bertahap, dengan kenaikan harga bervariasi di setiap produknya. 

"Seperti terjadi tahun ke tahun, kenaikan cukai tiap tahun. Kalau ada kenaikan cukai akan dilempar ke konsumen, kenaikan harga secara bertahap," ungkap Heru, seperti dilansir dari Viva, Kamis (12/11/15).

Tahapan kenaikan itu berkisar antara 100-300 rupiah per bungkus. Kenaikan Rp 300 untuk pack rokok isi 16 batang, Rp100 isi 12 batang. "Kadang-kadang Rp 50 per pack," ucapnya.

Heru menjelaskan, pihaknya menerapkan strategi kenaikan harga tersebut dengan melihat respon masyarakat. "Kita juga lihat di level pertama, apakah kita sendirian atau diikuti (yang) lain. Saya tidak mau jadi penjual rokok paling mahal. Kelihatannya, tanpa perjanjian semua pemain rokok sama," ujarnya.

Di samping itu, perseroan memperhatikan respon dari pemain lain sejenis terhadap kenaikan cukai tersebut. Menurutnya, penyesuaian harga jual merupakan langkah yang logis menghadapi kenaikan harga cukai. Dia berharap, langkah tersebut bakal dilakukan dalam waktu cepat.

"Maunya, sebelum cukai kalau bisa harga naik pas Desember. Kalau cukai enggak diikuti kenaikan harga yang seimbang akan menggerus profit. Logis kan," ucapnya.