Gudeg Kaleng Bu Lies, Mampu Bertahan Selama 1 Tahun

Liani
Liani

Gudeg Kaleng Bu Lies, Mampu Bertahan Selama 1 Tahun
WinNetNews.com - Gudeg, seakan sudah tidak terpisahkan dari Yogyakarta. Perpaduan rasa manis dan gurih menjadikannya memiliki karakter yang kuat sehingga mampu mewakili citarasa khas Yogyakarta. Tidak hanya dimakan di tempat, banyak yang menjadikan gudeg sebagai buah tangan jika kembali ke daerah asal mereka selepas dari Yogyakarta.

Melihat peluang tersebut mendorong beberapa pengusaha gudeg menghadirkan gudeg kaleng yang mampu bertahan lama, dan salah satunya adalah gudeg Bu Lies yang berada di sentra gudeg Wijilan Yogyakarta.

Dalam keadaan normal atau dikemas menggunakan kendil atau pun besek, gudeg hanya mampu bertahan kurang lebih selama 24 jam.

Namun gudeg yang telah dikemas dalam kaleng mampu bertahan hingga 1 tahun.

Teknik pengawetan makanan di dalam kaleng tersebut didapat Chandra dari laboratorium LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) di Gunungkidul.

Sebelum memiliki tempat dan peralatan sendiri, proses pengawetan gudeg dalam kaleng dilakukan di laboratorium milik LIPI.

Sebelum gudeg menjalani proses pengalengan, kuliner yang terbuat dari nangka muda atau gori ini dimasak seperti gudeg pada umumnya.

Perlu waktu sekitar satu hari satu malam bagi nangka muda untuk menjadi gudeg.

Di dapur gudeg Bu Lies yang berada di jalan Wijilan no. 5 tersebut masih menggunakan cara tradisional, seperti penggunaan kayu bakar untuk memasaknya.

Setelah proses pemasakan gudeg beserta set menu yang selama ini melengkapi gudeg, seperti tahu, tempe, telur, ayam, dan sambal goreng krecek baru kemudian di masukan ke dalam kaleng.

Tetapi proses pengalengan ini harus melalui beberapa tahap.

Dijelaskan Chandra, sebelum kaleng digunakan terlebih dahulu diseterilkan di suhu 100 derajat celcius sekitar 10 menit.

Kemudian gudeg dimasukkan ke dalam kaleng. Sebelum ditutup, kaleng yang telah diisi gudeg kemudian dipanaskan dalam alat bertekanan atau yang dikenal sebagai proses pasteurisasi dengan suhu sekitar 100 derajat selama 30 sampai 40 menit.

Setelah proses tersebut kaleng gudeg ditutup.

Namun proses tidak berhenti disana, kaleng gudeg harus menjalani proses pemanasan di alat bertekanan, dengan suhu lebih panas mencapai 121 derajat selama sekitar 40 menit.

Sebelum dijual kepada pelanggan, gudeg yang telah dikalengi tersebut harus menjalani karantina selama 10 hari agar memastikan proses pengawetannya berhasil.

Chandra berani menjamin, tidak ada bahan tambahan dalam proses pengawetan gudeg, sehingga benar-benar aman dikonsumsi dan rasanya tidak berubah.

Saat ini ada tiga varian gudeg kaleng yang ditawarkan oleh Gudeg Bu Lies, yakni gudeg dengan lauk telor, ayam, dan gudeg mercon yang menggunakan daging sapi dan bercita rasa pedas.

Selain itu juga tersedia sambel goreng krecek yang juga diawetkan dalam kaleng.

Satu kaleng gudeg memiliki berat 300 gram dan dapat dibeli mulai dari harga Rp.30 ribu hingga 35 ribu.

"Gudeg kaleng ini telah terjual hampir di seluruh wilayah Indonesia. Kedepannya tidak hanya gudeg yang akan saya produksi, sejumlah makanan tradisional lainnya juga akan saya awetkan dengan proses pengalengan," ujarnya.

Apa Reaksi Kamu?