Skip to main content

Gunakan Sianida, Pembunuh Mirna Tak Ingin Beraksi Frontal

Gunakan Sianida, Pembunuh Mirna Tak Ingin Beraksi Frontal
Gunakan Sianida, Pembunuh Mirna Tak Ingin Beraksi Frontal

WinNetNews.com - Siapa pembunuh Wayan Mirna yang meninggal beberapa saat setelah meminum kopi Vietnam di Kafe Olivier, Grand Indonesia, masih menjadi teka-teki. Bagaimana ahli forensik melihat kasus ini?

Baca juga: Siapakah Yang Mencampur Sianida di Kopi Mirna?

Master Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel menilai, pelaku pembunuh Mirna tidak ingin aksinya terkesan frontal.

Reza mengatakan, pelaku tampaknya sudah mengenal betul tentang bahaya racun sianida. Reza menduga, pelaku yang memasukkan zat sianida itu pengetahuan yang baik tentang sianida. Di beberapa negara, lanjut Reza pembelian sianida hanya bisa melalui media online dan itu pun bersifat khusus.

"Jadi, pelaku bukan orang awam atau biasa, melainkan orang dengan profesi, akses, atau otorisasi khusus," jelas Reza.

Menurut pria yang juga sebagai dosen Psikologi Forensik di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) ini, membunuh orang dengan menggunakan zat sianida sangatlah efektif. Namun, sangat sedikit kasus pembunuhan orang menggunakan sianida. Zat ini lebih sering dipakai untuk bunuh diri.

Meski demikian, Reza menilai ada kejanggalan dalam kasus kematian Mirna ini. Menurutnya, jika benar ini adalah kasus pembunuhan, maka pelaku merupakan sosok yang berlatar belakang khusus.

"Aneh bahwa sianida dipakai untuk menghabisi korban yang berstatus sosial biasa-biasa saja. Terlalu costly. Effort tak sebanding dengan (maaf) nilai korban. Alhasil, kalau ini dianggap pembunuhan, maka pembunuhnya adalah orang dengan latar khusus. Atau, mungkinkah salah sasaran?" kata Reza.

disadur dari situs detik news

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top