Guntoro : Jalan Tol Soroja dipastikan tidak bisa digunakan untuk PON

Guntoro : Jalan Tol Soroja dipastikan tidak bisa digunakan untuk PON

Kamis, 11 Agt 2016 | 22:32 | Ahmad Mashudin

WinNetNews.com - Kepala Dinas Bina Marga Jawa Barat Guntoro mengatakan, jalan tol Soreang Pasirkoja atau Soroja dipastikan tidak bisa dipergunakan untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) pada September nanti. “Sudah tidak mungkin, waktunya tinggal satu bulan ini,” kata dia di Bandung, Kamis, 11 Agustus 2015.

Guntoro mengatakan, pembangunan jalan tol Soroja itu sedianya akan dipergunakan sebagai jalan akses utama menuju Stadion Jalan Harupat yang akan dipergunakan sejumlah cabang olahraga PON. “Soroja sudah tidak mungkin,” kata dia. Kini akses menuju stadion di Soreang itu mengandalkan sejumlah jalan alternatif yang ada.

Menurut Guntoro, konstruksi jalan tol itu tidak mungkin rampung karena sejumlah masalah. Di antaranya pembebasan lahan yang terkendala tanah wakaf yang tak kunjung tuntas, serta pembangunan konstruksi jembatan yang tidak mungkin beres sebulan ini.

Guntoro mengatakan, pembangunan jalan tol itu juga dikhawatirkan melewat batas waktu kontrak konstruksinya. Jalan tol itu sedianya sudah beroperasi September ini. “Kemungkinan (pengoperasiannya) mundur,” katanya. Dia juga khawatir pemotongan anggaran kementerian yang dilakukan akan berimbas pada anggaran penyelesaian jalan tol Soroja.

Menurut Guntoro, prioritas penyelesaian akses jalan untuk PON saat ini ditujukan pada Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Stadion itu menjadi lokasi penyelenggaraan seremoni pembukaan dan penutupan PON setelah batal dilaksanakan di Stadion Jalak Harupat karena jalan tol Soroja tak kunjung selesai.

Guntoro mengatakan, pemerintah tengah membangun jalan akses menuju Stadion GBLA dari pintu tol KM149 di jalan tol Padalarang Cileunyi pada ruas jalan menuju arah Cileunyi. “Pintu tol KM149 dipastikan untuk exit tol menuju GBLA, kemudian masuk lagi ke jalan tol itu di KM151, dipastikan seperti itu,” kata dia.

Menurut Guntoro, jalan melingkar dari KM149, Stadion GBLA, dan masuk lagi di KM151 sepanjang 2,5 kilometer itu tengah dikebut. “Targetnya selesai 9 Agustus 2016 ini,” kata dia.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Citra Marga Lintas Jabar (CMLJ), Bagus Medi Suarso membenarkan pengerjaan jalan tol itu molor dari jadwal semula yang ditargetkan rampung Agustus ini. Dia beralasan, banyak hal teknis yang menghambat pembangunan itu mulai dari lahan yang belum semuanya bebas, serta teknis cuaca. “Kami membangun jalan tol harus sesuai rencana, harus lebih baik dari jalan arteri sehingga kalau sudah selesai betul-betul tidak ada pemeliharaan kembali dalam jangka waktu tertentu,” kata dia, 24 Mei 2016.

Jalan tol Soreang-Pasikoja dirancang sepanjang 10,57 kilometer dengan empat gerbang tol yakni Pasirkoja, Margaaasih, Katapang, serta Soreang. Bagus mengatakan, tuntasnya pembangunan fisik seluruh jalan tol itu ditargetkan Oktober-November. Sementara pengoperasiannya menunggu evaluasi BPJT.

Jalan tol Soreang-Pasikorja dirancang sepanjang 10,57 kilometer. Pengerjaan jalan tol itu digarap PT CMLJ dan PT Wijaya Karya. PT Wijaya Karya misalnya, khusus membangun jembatan jalan tol yang melintasi Sungai Citarum. Masih tersisa 4 persen lahan yang belum bebas, atau sertara 4 hektare untuk penuntasan pembebasan lahan jalan tol itu. Biaya investasi pembangunan jalan tol itu Rp 1,51 triliun, di dalamnya tercatat biaya konstruksinya menembus Rp 1,03 triliun. Jalan tol itu ditargetkan beroperasi 2016 dengan masa konsesi 45 tahun.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...