Gunung Sinabung Berstatus Awas!

Gunung Sinabung Berstatus Awas!

WinNetNews.com - Setelah letusan awan panas gunung sinabung telah menelan 7 korban jiwa Kini Gunung Sinabung berstatus awas. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat menjauhi gunung tersebut.

"Masyarakat dan pengunjung atau wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan masyarakat dalam jarak 7 km untuk sektor selatan-tenggara, dalam jarak 6 km untuk sektor tenggara-timur, serta dalam jarak 4 km untuk sektor utara–timurlaut Gunung Sinabung agar dievakuasi ke lokasi yang aman," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (22/5/2016).

"Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar," sambungnya menegaskan.

Sutopo berharap masyarakat mematuhi imbauan ini. Dirinya tidak ingin korban jiwa bertambah karena awan panas ini sangat membahayakan.

"Awan panas ini merupakan campuran material berukuran debu hingga blok bersuhu lebih dari 700 derajat celsius yang meluncur dengan kecepatan bisa di atas 100 kilometer per jam," jelasnya.

Baca juga: Dari 9 Korban, 7 Korban Awan Panas Sinabung Tewas

Ditambahkan Sutopo, tim SAR saat ini masih terus melakukan pencarian korban. Evakuasi cukup sulit dilakukan karena letusan Gunung Sinabung disertai awan panas masih sering terjadi.

"Pencarian dilakukan dengan tetap memperhatikan ancaman dari erupsi Gunung Sinabung. Letusan disertai awan panas masih sering terjadi sehingga membahayakan bagi petugas SAR," jelasnya.

Semua korban adalah warga Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, yang berada di zona merah.