Habis Rp1 Triliun untuk Politik, Sandiaga Uno: Saya Terlalu Naif
Sandiaga Uno. (Foto: Instagram @sandiuno)

Habis Rp1 Triliun untuk Politik, Sandiaga Uno: Saya Terlalu Naif

Rabu, 25 Nov 2020 | 10:10 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Sandiaga Uno mengakui dirinya menghabiskan uang tak sedikit untuk terjun ke dunia politik. Jumlahnnya bahkan mencapai Rp1 triliun.

Seperti diketahui, Sandiaga Uno pernah  mencalonkan diri jadi Wagub DKI Jakarta bersama anies Baswedan serta mencalonkan jadi Cawapres bersama Prabowo Subianto pada pilpres tahun 2019 lalu dan menelan kekalahan.

Secara blak-blakan ia mengungkap dalam video wawacara bersama Refly Harun dana yang digelontorkan untuk masuk ke dunia politik.

Awalnya Refly bertanya uang yang dihabiskan selama Pilkada 2017. Sandi pun menyebut angka Rp300 miliar.

“Kalau Pilpres 2019 habis berapa bung?” kata Refly Harun.

“Itu juga sudah saya laporkan (ke LHKPN). Hampir Rp 600-an miliar total Rp1 T (triliun)," ungkap Sandiaga Uno seperti dikutip Zonajakarta.com berjudul "Ikhlas Harta Rp1 Triliun Ludes Demi Politik, Sandiaga Uno: Sayanya Terlalu Naif dan Sedikit Bloon" dari kanal Youtube Refly Harun.

Menanggapi jawaban Sandiaga tersebut, Refly mengatakan  bila orang yang tak punya modal besar tak bisa jadi calon presiden.

Sandi sontak langsung membantah dan menyebut bila kesuksesan dalam menjadi calon presiden tidak diukur dengan uang. Menurutnya orang yang tak punya apa-apa pun bisa menjadi kandidat.

Sandiaga pun menyayangkan sikapnya kala itu dan menyebutnya sebagai 'naif' dan 'bodoh'.

"Tapi ada yang nggak punya apa-apa bisa jadi kandidat. Sayanya aja yang terlalu naif dan sedikit bloon, begitulah," kata Sandiaga sambil tertawa.

Meski harus kalah dalam kontestasi Pilpres, Sandiaga mengaku tak pernah menyesal terjun ke politik. Saat berbincang dengan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Sandi mengaku bila apa yang dilewatinya merupakan salah satu bentuk pengabdian.

"Kalau saya melihat ini sebagai jalur pengabdian. Saya melihat bahwa politik ini sesuatu yang mestinya kita gunakan sebagai kendaraan untuk memperbaiki dan membangun bangsa dan kebaikan," katanya.

Ia bahkan menegaskan tidak kapok dan tetap percaya untuk membangun bangsa, harus memberikan yang terbaik.

"Jadi kalau untuk membangun bangsa dan kebaikan enggak boleh kapok dong. Kita harus berikan yang terbaik," ujarnya.

Namun, Sandiaga mengakui lebih memilih menjadi seorang pengusaha daripada berkarier di politik.

“Jika disuruh pilih, saya lebih ingin menjadi pengusaha kayaknya, itu sudah DNA maksudnya. Saya itu masih belajar politik. Dan kalau kepentok kanan dan kiri, jika pilih salah satu, saya pilih jadi pengusaha,” kata Sandi.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...