Skip to main content

Hakim PTUN Medan Dibui 2 Tahun, Terima Suap 5.000 Dolar dari Kaligis

Hakim PTUN Medan Dibui 2 Tahun, Terima Suap 5.000 Dolar dari Kaligis
Hakim PTUN Medan Dibui 2 Tahun, Terima Suap 5.000 Dolar dari Kaligis

WinNetNews.com - Anggota majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan Amir Fauzi divonis 2 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan karena terbukti menerima 5 ribu dolar AS dari Gatot Pujo Nugroho dan Evy Susanti melalui OC Kaligis.

"Menyatakan terdakwa Amir Fauzi telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-asama sebagaimana dakwaan pertama," kata ketua majelis hakim Tito Suhud membacakan vonis di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (27/1/2016).

Baca Juga: Draf Revisi UU Terorisme Diserahkan ke Presiden Pekan Depan

Vonis ini lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK empat tahun dan 6 bulan penjara ditambah denda Rp200 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Putusan itu juga sama dengan putusan terhadap rekan Amir Fauzi yang juga anggota majelis hakim yang disuap dalam perkara itu, Dermawan Ginting.

Hakim juga mempertimbangkan SEMA No 4 tahun 2011 tentang keringanan masa hukuman karena menilai Amir Fauzi adalah pelaku yang bersedia membongkar kejahatan.

"Sebagaimana dengan SEMA (Surat Edaran Mahkamah Agung) No 4 tahun 2011 mengenai Perlakuan bagi pelapor tindak pidana whistleblower dan saksi pelaku yang bekerja sama (justice collaborator) dalam perkara tindak pidana tertentu maka dari fakta yang ada terdakwa telah memenuhi syarat sebagai justice collaborator," tambah Tito.

Baca Juga: Densus 88, Satreskrim Polres Luwu Tangkap 2 Terduga Teroris

Atas putusan hakim, Amir menyatakan pikir-pikir. "Saya bersyukur pada Allah menjawab doa saya dan keluarga, setelah konsultasi kami nyatakan pikir-pikir terhadap putusan yang dijatuhkan," kata terpidana.

Jaksa KPK juga menyatakan pikir-pikir. "Kami akan pikir-pikir selama 7 hari," kata jaksa KPK Ronald Worontikan.

Dalam perkara ini, vonis juga telah dijatuhkan kepada OC Kaligis 5,5 tahun penjara, Tripeni Irianto Putro divonis 2 tahun penjara dan panitera PTUN Medan Syamsir Yusfan 3 tahun penjara, dan Dermawan Ginting selama 2 tahun penjara. KPK mengajukan banding terhadap vonis-vonis ini.

Dilansir dari laman rimanews

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top