Hakim Sidang Ahok Diminta KY untuk Independen Dalam Putusan Ahok
Foto: okezone

Hakim Sidang Ahok Diminta KY untuk Independen Dalam Putusan Ahok

Senin, 1 Mei 2017 | 14:27 | Gunawan Wibisono

WinNetNews.com - Komisi Yudisial (KY) meminta majelis hakim sidang perkara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak terpengaruh polemik pakar hukum di luar. Pihaknya meminta majelis hakim tetap independen dan imparsial.

"Bijak dan selektif dalam membaca berita dan media sosial, yang berpotensi membuat hakim terpengaruh dan merasa diintervensi. Dikarenakan hakim juga manusia biasa, yang tidak lepas dari rasa takut, ketika diintervensi dan diintimidasi," ujar Jubir KY, Farid Wajdi kepada detikcom, Senin (1/5/2017).

Farid mengatakan, majelis hakim harus dapat menghindari polemik ruang hukum oleh pakar dan ahli di luar sidang. Sebab hal itu akan mempengaruhi penilaian dari publik.

"Disadari atau tidak martabat pengadilan atau hakim terdegradasi karena ketidakpercayaan publik," tuturnya.

Farid mengingatkan kewajiban majelis hakim untuk independen dan imparsial dalam menyusun putusan. Karena itu pihaknya meminta masyarakat untuk dapat menerima apa pun putusan majelis hakim.

"Majelis hakim tetap independen dan imparsial dalam, hakim wajib menjaga kemandirian peradilan, yakni bebas dari campur tangan pihak luar dan bebas dari segala bentuk tekanan. Sehingga dapat menjalankan peradilan yang bersih, dipercaya oleh masyarakat dan menjadi kekuasaan kehakiman yang berwibawa," pungkasnya.

Ahok dituntut 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun. Jaksa menyebut Ahok terbukti melakukan tindak pidana yang ancaman pidananya diatur dalam Pasal 156 KUHP.

Majelis hakim akan membacakan putusan (vonis) terhadap Ahok pada Selasa, 9 Mei. Ahok dalam pembelaannya (pleidoi) menegaskan tidak pernah menistakan agama atau menghina golongan masyarakat.

Dilansir dari detikcom

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...