Halaman Draf UU Cipta Kerja Berubah-ubah, Begini Penjelasan Pimpinan DPR
Foto: Berita Satu

Halaman Draf UU Cipta Kerja Berubah-ubah, Begini Penjelasan Pimpinan DPR

Rabu, 14 Okt 2020 | 11:30 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com - Media sosial diramaikan dengan kembali berubahnya jumlah halaman dari draf UU Cipta Kerja. 

Terkait itu, Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin menjawab mengenai simpang siur ini dan memastikan tidak ada yang berubah secara substansi.

Azis mengatakan, pasal-pasal yang diatur di dalam UU Cipta Kerja memiliki ketebalan 488 halaman. Namun, dengan penjelasan dari pasal-pasal tersebut membuat total ketebalan dari draf Omnibus Law UU Cipta Kerja mencapai 812 halaman.

"Kalau sebatas pada UU Cipta Kerja, hanya sebatas 488 halaman," kata Azis dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/10), seperti dilansir dari Antara.

Kemudian ia juga menjelaskan, ketika pembahasan di tingkat Panitia Kerja (Panja) RUU Cipta Kerja, pengaturan margin kertas masih menggunakan format A4. Hal tersebutlah yang kemudian membuat jumlah halamannya mencapai 1.035 halaman.

"Saya telepon Pak Sekjen, kenapa sudah keluar 1.032 halaman (1.035 halaman). Pak Sekjen jawab, 'Pak ini masih draf kasar. Masih diketik dalam posisi kertas (A4), bukan sebagai Legal Paper-nya'," ungkap Azis.

Azis juga menambahkan, perbaikan dari draf UU Cipta Kerja tersebut dipastikan tidak akan mengubah substansi apapun yang sudah disepakati dalam rapat Panja RUU Cipta Kerja dan disahkan dalam rapat paripurna.

Ia menegaskan, apabila terdapat perubahan substansi maka sudah termasuk perbuatan pidana.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...