Hampir Tenggelam saat banjir di Tol Cikunir, Ibu ini Gugat Pengelola Tol, ini Kronologinya
Foto: Istimewa

Hampir Tenggelam saat banjir di Tol Cikunir, Ibu ini Gugat Pengelola Tol, ini Kronologinya

Rabu, 22 Feb 2017 | 15:49 | kontributor

WinNetNews.com - Kartika Dewi menggungat sejumlah pihak terkait kejadian Selasa (22/2) kemarin ketika dia nyaris tenggelam di kolong Tol Cikunir. Kejadian nyaris tenggelam tersebut berawal saat Kartika hendak mengantar suaminya ke Bandara Halim.

Berdasarkan surat gugatan No. 101/PDT.G/2017/PN.JKT.PST, Rabu (22/2/2017) dilansir dari detik, ada lima pihak yang digugat Kartika dan satu orang lainnya, Siti Rimbawati. Pihak-pihak tersebut antara lain PT Jasa Marga, PT JORR, Kementerian PUPR, Badan Pengatur Jalan Tol, dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara.

Berikut kronologi kejadian Kartika hampir tenggelam di bawah kolong Tol Cikunir, pada Selasa (21/2) kemarin:

04.00 WIB

Kartika mengantarkan suaminya, ke Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, dari rumah mereka di Jati Asih, Bekasi.

04.30 WIB

Kartika tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma. Ia kembali ke rumah melalui Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR).

04.50 WIB

Kartika masuk JORR lewat Gerbang Tol Cikunir 4. Sekitar 100 meter menjelang gardu pembayaran, mobilnya terjebak banjir. Saat masuk ke tol, tak ada pemberitahuan dari petugas bahwa terjadi banjir. Kala itu tingginya sudah sekitar 1 meter.

Air banjir mulai masuk ke dalam kabin mobil. Kartika merasa keselamatannya terancam. Kartika keluar mobil dan berenang ke tepian. Kartika berteriak minta tolong namun tak ada bantuan datang. Ia pun harus menembus hujan menuju gardu terdekat.

"Setibanya di gardu, ia memarahi petugas tol yang tidak memberitahunya tentang kondisi jalan yang banjir. Namun dengan entengnya, petugas balik bertanya 'memangnya banjir?' Saat itu pun tidak ada tindakan pertolongan apapun terhadap klien kami yang menggigil kedinginan dan ketakutan," jelas kuasa hukum Kartika, David Tobing.

David menjelaskan, Ibu Kartika bernama Siti Rimbawati kemudian tiba di gerbang tol namun ditanggapi dengan tidak simpatik. Sementara itu, mobil yang dikendarai Kartika makin tenggelam dan tidak bisa dievakuasi karena alasannya air terlalu tinggi. "Hampir satu jam klien kami ditelantarkan dalam kondisi menggigil kedinginan. Petugas patroli baru mau mengantar setelah Siti Rimbawati memaksa agar dipulangkan ke rumah mereka di Jati Asih," tutur David. Pihak JORR telah memberi tanggapan terhadap kasus Kartika. Mereka akan bertemu terlebih dahulu dengan David Tobing. PT JORR juga sudah menghubungi keluarga Kartika untuk memohon maaf. Perusahaan menanggung kerugian yang timbul.

"PT JLJ telah menghubungi keluarga pengguna jalan tersebut dan menyampaikan permohonan maaf serta menanggung beban yang timbul atas kejadian ini," ujar Kepala Sub Bagian Humas dan Bina Lingkungan JLJ Wijaya, Selasa (21/2).

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...