Hanura Dukung Pembentukan Pansus Soal Ungkap Dosa Freeport

Hanura Dukung Pembentukan Pansus Soal Ungkap Dosa Freeport

WinNetNews.com - Kontrak PT Freeport Indonesia akan berakhir tahun 2021 mendatang. Meski demikian, PT Freeport telah bergerilya untuk memperpanjang kontraknya di Indonesia dengan beberapa kali mencoba mendekati pejabat dan keluarga Pejabat di Indonesia.

Bos Freeport McMoran James R Moffet alias Jim Bob diketahui menemui keluarga Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Erwin Aksa dan Aksa Mahmud. Tak hanya itu, Presdir PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsuddin juga bertemu dengan mantan Ketua DPR Setya Novanto sehingga memicu kontroversi kasus "makelar saham" PT Freeport.

Untuk menyelesaikan kisruh perpanjangan kontrak PT Freeport, Direktur Eksekutif POINT Indonesia Karel Susetyo menyarankan agar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) segera membentuk panitia khusus (Pansus) Freeport. Menurutnya, Pansus tersebut bisa menjadi instrumen penting untuk membongkar permasalahan yang sebenarnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Fraksi Hanura Dadang Rusdiana mengatakan fraksinya siap mendukung pembentukan Pansus Freeport.

Ia menilai Pansus tersebut penting untuk membuka "dosa-dosa" dan persoalan di tubuh Freeport. Bahkan, kata Dadang, Pansus tersebut nantinya bisa memutuskan, langkah yang harus dilakukan pemerintah. Salah satunya memutus perpanjangan kontrak Freeport.

"Saya sepakat untuk menelusuri akar persoalan dari awal tentang Freeport tersebut, sehingga kita dapat melakukan perbaikan kontrak atau bahkan pencabutan kontrak," ujar Dadang kepada Rimanews, Jakarta, Rabu (6/1/2016).

Hanya saja, Dadang mengakui jika permasalahan Freeport sudah berlangsung lama sehingga wacana pembetukan Pansus itu bukan sesuatu hal yang mudah. "Walau ini tentunya tidak sederhana, karena ini dimulai kebijakannya pada zaman pemerintahan orde baru yang tertutup,"ucapnya.

Kendati demikian, dia memastikan Hanura akan ikut bergabung dengan Pansus jika Pansus Freeport terbentuk. "Kita siap," tandasnya.

Dilansir dari laman rimanews