Hanura Kembali Dukung Jokowi di Pilpres 2019
Joko Widodo dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia Periode 2014-2019

Hanura Kembali Dukung Jokowi di Pilpres 2019

Jumat, 4 Agt 2017 | 14:33 | Rusmanto

WinNetNews.com - Setelah Partai Hanura mendeklarasikan kembali mendukung Joko Widodo sebagai capres, jalan sang inkumben menuju Pemilu 2019 semakin mulus. Setidaknya sudah ada 4 parpol yang secara resmi mendeklarasikan kembali mendukung Jokowi di Pilpres 2019.

Empat parpol itu adalah Golkar, NasDem, PPP, dan Hanura yang baru saja mendeklarasikannya. Ada lagi dukungan dari Perindo, yang tinggal diresmikan di Rapimnas partai besutan Hary Tanoesoedibjo itu.

Kembali ke dukungan 4 parpol DPR, dengan UU Pemilu yang baru, maka perolehan kursi empat parpol itu di Pemilu 2014 sudah lebih dari cukup bagi Jokowi untuk maju ke Pilpres 2019.

Dalam UU Pemilu yang baru, diatur presidential threshold (PT) atau syarat parpol/gabungan parpol bisa mengusung capres adalah memiliki 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah nasional di pemilu sebelumnya. Untuk Pemilu 2019, hasil Pemilu 2014 yang menjadi dasarnya.

Meski minus PDIP, gabungan suara Golkar, NasDem, PPP, dan Hanura sudah memenuhi syarat itu. PDIP hingga saat ini belum menyatakan apakah akan kembali mengusung Jokowi atau tidak di Pilpres 2019.

Pada Pemilu 2014, Golkar meraih 14,75 persen suara, NasDem 6,72 persen suara, PPP 6,53 persen suara, dan Hanura 5,26 persen suara. Gabungan suara ke-empat parpol yaitu 33,26 persen perolehan suara di Pemilu 2014. Artinya, Jokowi sudah mengantongi tiket ke Pilpres 2019 dan jalannya semakin mulus.

Meski begitu, hingga saat ini belum terlihat siapa yang akan melawan Jokowi di 2019 nanti. PKS sudah memberi sinyal siap bergandengan tangan lagi dengan Gerindra jika PT 20-25 persen dinyatakan sah oleh Mahkamah Konstitusi, jika nanti ada yang menggugat.

Dengan niat Gerindra kembali mengusung Prabowo Subianto, maka terbuka peluang duel Jokowi vs Prabowo terulang di Pilpres 2019. Apalagi hubungan Gerindra semakin baik dengan Partai Demokrat menyusul pertemuan Prabowo dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beberapa waktu lalu.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...