Skip to main content

Harga Fundamental Saham UNTR

Harga Fundamental Saham UNTR

Harga saham PT United Tractors Tbk (UNTR), berpeluang ditransaksikan dengan Price Earning Ratio (PER) 12,5 kali setahun ke depan. Harga sahamnya ditargetkan mencapai Rp22.737 per saham atau memiliki ruang penguatan 17,8% dari harga saat ini.

David Sutyanto analis riset First Asia Capital, mengatakan harga saham UNTR untuk Jumat (07/08/2015) memiliki support Rp18.600 dan resisten Rp20.700 per saham.Tren penguatan harga saham emiten United Tractors Tbk (UNTR) kemarin tertahan di Rp20.700 menyusul memburuknya kondisi pasar di akhir sesi, membuat harga sahamnya tutup koreksi 4,4% di Rp19.300.

David menambahkan, bila dibandingkan dengan posisi harganya kemarin, saham UNTR masih menguat rata-rata 11,23%. Ini mencerminkan ekspektasi pasar masih positif atas kinerja perseroan tahun ini terutama ditopang pendapatan dari sektor kontraktor konstruksi pasca akuisisi UNTR atas PT Acset Indonusa Tbk (ACST) akhir 2014 lalu,

Selain itu, bisnis utama perseroan seperti penjualan alat berat dan kontraktor pertambangan masih menghadapi tantangan berat tahun ini di tengah tren pelemahan harga komoditas tambang dan perkebunan. Ini tercermin dari penjualan alat berat Komatsu sepanjang semester pertama 2015 turun 38% mencapai 1375 unit dibandingkan semester pertama 2014 yang mencapai 2207 unit.

Sedangkan pendapatan dari usaha kontraktor tambang yang dijalankan anak usaha PT Pamapersada sepanjang semester pertama 2015 turun 9% mencapai Rp14,74 triliun. Dari anak usahanya PT Tuah Turangga Agung yang bergerak di bisnis batubara, pendapatan turun 18% hanya mencapai Rp2,37 triliun akibat turunnya volume produksi 18% menjadi hanya 2,81 juta ton.

UNTR mendapatkan kontribusi dari bisnis baru yang digarapnya di bidang konstruksi mencapai Rp546,35 miliar. Hal ini membuat pendapatan perseroan tidak turun terlalu dalam, yakni hanya turun 9,38% mencapai Rp24,95 triliun.

Tanpa kontribusi dari bisnis jasa konstruksi, pendapatan usaha perseroan semester pertama 2015 bisa turun 11,4%. Namun perseroan diuntungkan dengan tren depresiasi rupiah atas dolar AS sehingga di bottom line laba bersih bisa naik 3,6% mencapai Rp3,41 triliun dengan marjin naik menjadi 13,65% dari semester pertama 2014 hanya 11,94%.

Perbaikan di bottomline ini memberikan sentimen positif terhadap pergerakan harga saham UNTR sepanjang tahun ini. Namun untuk tahun ini proyeksi pendapatan bersih direvisi turun sekitar 6% di Rp49,90 triliun merujuk pada pencapaian di semester pertama2015.

Sedangkan laba bersih diperkirakan hanya tumbuh 26,39% mencapai Rp6,78 triliun. Pertumbuhan laba ini melambat dibandingkan proyeksi awal tumbuh 34,61%.

Earnings per Share (EPS) proyeksi tahun ini diturunkan menjadi Rp1.819 dari sebelumnya Rp1.938. Saham UNTR diperkirakan berpeluang ditransaksikan dengan Price Earning Ratio (PER) 12,5 kali atau mencapai target harga di Rp22.737. Dari harga saat ini di Rp19.300 memiliki ruang penguatan 17,8%.

Secara teknikal level support saat ini bergeser ke bawah di Rp18.600. Sedangkan target resisten di Rp20.700. Dalam kondisi pasar yang masih berfluktuatif disarankan melakukan pembelian ketika harga terkoreksi."Saya rekomendasikan harga saham UNTR, buy on weakness. Level stop loss berada di Rp18.500," kata David. (jk)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top