Harga Minyak di Awal Pekan Berpotensi Turun

Muchdi
Senin, 07 November 2016 08:45 WIB
Oleh Muchdi pada Senin, 07 November 2016 08:45 WIB
Image Harga Minyak di Awal Pekan Berpotensi Turun

WinNetNews.com - Harga minyak acuan dunia pada awal pekan ini masih berpotensi turun seiring munculnya ketegangan antara Arab Saudi dan Iran yang dapat mengunci pasokan minyak. Selain itu lonjakan persediaan minyak di AS pekan lalu membuat harga minyak terus tertekan.

Dikutip dariCNBC, Senin (7/11/2016)menyebutkan, harga minyak mentah AS atau West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan sebesar US$44,07 per barel atau turun 59 sen atau 1,3 persen pada akhir pekan lalu. Capaian itu turun sembilan persen sejak Januari 2016.

Sementara, untuk harga minyak jenis Brent diperdagangkan sebesar US$45,61 per barel atau turun sebesar 74 sen atau 1,6 persen akhir pekan lalu. Capaian itu pun juga tercatat turun lebih dari delapan persen dari Januari 2016.

Munculnya ketegangan antara Arab Saudi dan Iran terjadi pada pertemuan ahli negara-negara pengekspor minyak (OPEC) di Riyadh pekan lalu. Saudi mengancam untuk menaikkan produksi agar turunkan harga minyak secara tajam jika Teheran menolak untuk membatasi produksinya.

Padahal, pada pertemuan OPEC tersebut semua negara akan menyusun rincian pemotongan produksi minyak pada pertemuan OPEC berikutnya pada 30 November 2016, menyusul pengurangan produksi minyak di Algeria dari 32,5 juta barel per harike 33 juta barel per hari untuk menaikkan harga.

Kabel Speedometer Motor Rusak, Ini Penyebabnya!!!
Messi Dilarang Pensiun dari Timnas Argentina

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.