Harga Minyak Dunia Dunia Jatuh

Rusmanto

Dipublikasikan 5 tahun yang lalu • Bacaan 1 Menit

Harga Minyak Dunia Dunia Jatuh
harga minyak dunia turun

WinNetNews.com - Harga minyak dunia pada perdagangan hari ini melemah, terpengaruh meningkatnya jumlah rig di Amerika Serikat (AS), rekor produksi OPEC dan melambatnya pertumbuhan ekonomi global yang bisa mengikis permintaan bahan bakar.

Seperti dikutip dari Reuters, Senin (17/10/2016), harga minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada level USD50,03 per barel atau turun 32 sen dari posisi terakhir. Para trader mengatakan bahwa WTI ditarik ke bawah oleh kenaikan lain dalam kegiatan pengeboran minyak AS.

Sementara, harga minyak brent sebagai patokan internasional juga mengalami penurunan hingga 20 sen dari posisi terakhir mereka menjadi USD51,75 per barel. Para trader mengatakan bahwa minyak brent sedang ditimbang oleh catatan produksi segar dari OPEC, yang dipompa mencapai rekor 33.600.000 barel minyak mentah per hari pada September.

"Perkiraan PDB global yang melemah, dan persediaan masih tinggi menyebabkan kita untuk menurunkan dan meratakan prospek harga minyak kita," kata Bernstein Energi dalam sebuah catatan kepada klien pada hari ini.

"Kami memangkas perkiraan harga minyak brent menjadi USD60 per barel pada 2017 (sebelumnya USD70 per barel) dan USD70 per barel pada 2018 (sebelumnya USD80 per barel)," tambahnya.

Meskipun hari ini jatuh, analis mengatakan bahwa pedagang berhati-hati tentang pasar lebih jauh ke bawah, terutama karena rencana OPEC untuk memangkas produksi dalam sebuah inisiatif untuk mengendalikan overhang produksi global, yang saat melihat sekitar setengah juta barel minyak mentah dipompa setiap hari lebih dari permintaan.

OPEC dijadwalkan menggelar pertemuan pada 30 November untuk membahas pemotongan produksi minyak. Kartel produsen berharap anggota nonOPEC non, khususnya Rusia, akan bergabung dengan potensi pemotongan.

"Dengan (non-OPEC anggota) Rusia menyatakan minat untuk bergabung perjanjian, investor enggan terlalu bearish," kata ANZ Bank.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...