Skip to main content

Harga Minyak Indonesia Melorot Lagi

Harga Minyak Indonesia Melorot Lagi
Harga Minyak Indonesia Melorot Lagi

Pemerintah melansir rerata harga jual minyak mentah nasional untuk penjualan medio Juli 2015 hanya menyentuh level US$ 51,81 per barel, melorot 12,8 persen dari acuan ICP Juni yang mencapai US$ 59,4 per barel.

Untuk minyak Minas/SLC di sepanjang Juli 2015, rerata harga jualnya tercatat hanya menyentuh US$ 51,91 per barel.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti:

  • Peningkatan jumlah produksi minyak dari anggota negara-negara pengekspor minyak (OPEC) yang pada Juli kemarin mencapai 31,4 juta barel per hari (bph), naik 0,3 juta bph dari rerata produksi bulan sebelumnya.
  • Adanya revisi mengenai jumlah pasokan minyak dari negara-negara OPEC yang tahun ini diproyeksikan mencapai 57,39 juta bph, atau meningkat 0,22 juta bph dari target sebelumnya.
  • Peningkatan stok minyak komersial negara-negara OECD yang terjadi tiga bulan berturut-turut mulai dari Mei hingga Juli 2015. Bahkan, lembaga energi Amerika Serikat yakni Energy Information Administration (EIA) memperkirakan stok minyak OECD pada akhir 2015 mengalami peningkatan hingga 2,95 miliar barel dibandingkan akhir 2014 sebesar 2,69 miliar barel.
  • Kesepakatan atas program nuklir antara Iran dan negara-negara Barat yang berpotensi menambah pasokan minyak mentah dari Iran sekitar 1 juta barel per hari.
  • Peningkatan stok distillate fuel oil Juli 2015 yang lebih tinggi 8,3 juta barel dibandingkan stok pada akhir Juni 2015.
  • Penguatan nilai tukar Dolar Amerika Serikat dengan beberapa mata uang utama dunia lainnya.
“Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh penurunan tingkat permintaan minyak di Jepang menyusul peningkatan penggunaan natural gas dan batubara sebagai substitusi minyak pada pembangkit listrik, serta peningkatan stok minyak komersial China dan stok produk minyak di Singapura di Juli yang mencapai titik tertinggi sejak 1999,” tulis Tim Harga Minyak Indonesia, dikutip dari lama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Selasa (11/8). (jk)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top