Harga Rusun Akan Direvisi?

Harga Rusun Akan Direvisi?

Rabu, 20 Jan 2016 | 20:55 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Perum Perumnas mengusulkan adanya kaji ulang kebijakan pembangunan rumah susun (rusun) di Indonesia. Pasalnya, harga rumah rusun yang diterbitkan oleh pemerintah sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi saat ini.

Di sisi lain, menteri keuangan mengeluarkan aturan baru harga maksimal rusun yang mendapatkan subsidi dan bebas PPN 10% yakni seharga Rp250 juta per unit.

“Pemerintah sudah mengeluarkan keputusaan soal batasan maksimal harga Rp250 juta untuk rusun yang disubsidi. Namun harga setiap daerah berbeda-beda dan aturan ini belum di-review kembali, sehingga kami kesulitan untuk menentukan harga rusun di daerah,” kata Direktur Pemasaran Perum Perumnas Muhammad Nawir kepada Investor Daily, di Jakarta, belum lama ini.

 

Nawir mengatakan, kota-kota besar saat ini sudah semakin padat karena jumlah penduduk terus meningkat akibat tingginya urbanisasi. Di satu sisi, perumahan tapak lahannya sudah terbatas. Kalaupun ada rumah tapak, lokasinya sangat jauh dari pusat kota dan minim sarana infrastruktur yang memadai dan berdampak terhadap biaya tinggi.

“Kita tidak usah bicara soal Jakarta, Bandung, dan Surabaya, kini di luar Jawa juga mulai macet, dari perumahan pinggir kota untuk menuju pusat kota sekarang sudah di atas satu jam. Kedepan, tentu pemerintah terus dorong bangun rusun agar akan lebih efektif ke pusat kota,” kata dia.

Terkait hal itu, kata dia, yang harus diperbaiki adalah regulasi mengenai rusun yang saat ini dianggap sudah kurang memadai harganya. Jakarta misalnya, harganya Rp 9 juta permeter persegi, sedangkan di Bandung harga rusun masih Rp7 juta untuk rusun subsidi. “Tentu regulasinya perlu dievaluasi kembali,” kata dia.

(seperti dilansir dari Berita Satu)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...