Hari Ini Jokowi Akan Resmikan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Hari Ini Jokowi Akan Resmikan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Kamis, 21 Jan 2016 | 07:37 | Rusmanto
WinNetNews.com - Presiden Joko Widodo hari ini, Kamis (21/1/2016), akan meletakan batu pertama (groundbreaking) untuk mega proyek kereta cepat Jakarta-Bandung pada pukul 10.30 WIB. Rencananya, peletakan batu pertama itu akan dilakukan di Cikalong Wetan, Bandung Barat.

Untuk acara ini, PT Kereta Cepat Indonesia China sudah mempersiapkan segalanya. Executive Vice President Corporate Communication KAI Agus Komarudin menjelaskan, di lokasi acara groundbreaking dilakukan perataan dan penataan tanah dengan menggunakan beberapa alat berat.

Alat berat produksi PT Pindad berupa escavator ikut andil dalam perataan dan penataan tersebut. Tak jauh dari escavator terdapat tenda-tenda dan panggung acara yang berlatar belakang bendera Indonesia dan China.

Panitia pelaksana acara juga telah menyiapkan lapangan parkir yang luas mengingat banyaknya pejabat yang dijadwalkan akan hadir di lokasi. "Intinya kalau di lapangan, saya kira semua sudah siap, tinggal tunggu kedatangan Pak Jokowi saja," tambah Agus.

 

Namun, rencana groundbreaking kereta cepat masih ada kendala. Sekretaris Kabinet Pramono Anung menjelaskan, proses pembangunan jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung tersebut masih terkendala masalah perizinan yang belum selesai. Salah satu izin yang masih tersendat adalah izin analisis dampak lingkungan (amdal).

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menambahkan, ada beberapa dokumen, terutama mengenai amdal yang sedang direvisi. Ini dikarenakan izin amdal yang diajukan awal oleh konsorsium perusahaan yang akan mengerjakan proyek tersebut, masih terlalu sederhana.

Rel kereta cepat ini terbentang sepanjang 142 km dari Jakarta ke Bandung. Proyek ini menelan biaya hingga Rp 70 triliun. Nantinya, kereta cepat akan terintegrasi dengan Mass Rapid Transit (MRT) di kawasan Bandung Raya dan Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek.

Integrasi ini diharapkan mampu membuat kawasan bisnis baru atau transit oriented development (TOD). Serta membantu mengatasi persoalan transportasi di kawasan Bandung dan Jabodetabek yang penduduknya mencapai 28 juta jiwa (Jabodetabek) dan 8 juta jiwa (Bandung).

Rencananya, Jokowi berada di Bandung hanya hingga siang hari. Sebab, pada pukul 15.00 WIB, Presiden akan menggelar rapat terbatas untuk membahas tentang program pencegahan terorisme dan deradikalisasi.

disadur dari situs liputan6

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...