Hari Ini, Sidang Pertama Kasus Korupsi e-KTP Setya Novanto Digelar
Foto:Istimewa

Hari Ini, Sidang Pertama Kasus Korupsi e-KTP Setya Novanto Digelar

Rabu, 13 Des 2017 | 09:26 | Cindy Cesilia

WinNetNews.com-  Hari ini Rabu 13 Desember 2017, Setya Novanto tersangka kasus korupsi e-KTP menjalani sidang perdana di Pengadilan  Tindak Pidana Korupsi pada pagi ini. "Sidang jam 10, mungkin kami akan standby jam 9," kata pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya, Jakarta, Selasa 12 Desember 2017.

Dikutip dari berbagai sumber yang ada, menurut Humas Humas Pengadilan Tipikor Jakarta Ibnu Basuki Widodo mengatakan, ada lima hakim yang akan memimpin jalannya sidang. Ketua Pengadilan Tipikor Yanto dipastikan akan memimpin sidang Setya Novanto.

Sementara, empat hakim anggota yang lain, sama dengan sidang perkara e-KTP sebelumnya, yakni Franky Tambuwun, Emilia, Anwar, dan Ansyori. "Jadi berkas sudah kita terima kemarin sore. Untuk sidang Rabu 13 Desember. Dr Yanto itu Ketua PN juga," kata Ibnu.

Sidang ini akan menjadi penentu  gugur atau tidaknya gugatan praperadilan tersangka kasus e-KTP itu. Hakim tunggal praperadilan Setya Novanto, Kusno, baru memutus permohonan itu pada Kamis 14 Desember 2017.

Berdasar Pasal 82 Huruf d KUHAP dan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 102/PUU-XIII/2005, permohonan praperadilan gugur pada saat perkara pidana pokok sudah mulai diperiksa pengadilan.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo yakin praperadilan terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP, Setya Novanto, akan gugur, begitu dakwaan e-KTP dibacakan oleh majelis hakim.

Agus juga yakin putusan praperadilan tidak akan dibacakan sebelum dakwaan dibacakan. Menurut dia, masih banyak yang perlu diperiksa, mulai dari bukti, saksi, dan ahli di sidang praperadilan kedua, yang diajukan Ketua DPR RI itu. "Ya kan masih banyak hal yang masih harus diklarifikasi di praperadilan," kata Agus. 


Agus pun sudah mengantisipasi kemungkinan jika Setya Novanto nantinya mengeluh sakit untuk mengulur-ulur waktu sidang. Menurutnya, ‎jika Setya Novanto sakit, KPK akan minta bantuan pada Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

"Ya kalau sakit kan kami minta bantuan IDI. Seperti kejadian kemarin dari Rumah Sakit Medika Permata Hijau, kita minta bantuan IDI," tambah Agus. 

Seperti yang kita ketahui, Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi proyek e-KTP, pada Senin, 17 Juli 2017. Penetapan tersangka itu, menurut Ketua KPK, Agus Rahardjo, itu berdasarkan hasil gelar perkara pihaknya dalam pengembangan kasus sebelumnya. 

Dalam perjalanan kasus e-KTP ini, KPK sudah menyeret tiga orang sebagai tersangka lainnya. Ketiganya ialah, Sugiharto dan Irman yang merupakan pejabat Kementerian Dalam Negeri, serta satu orang pihak swasta Andi Agustinus alias Andi Narogong.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...