Harimau Dinyatakan Punah di Kamboja

Harimau Dinyatakan Punah di Kamboja

Senin, 11 Apr 2016 | 07:08 | Rusmanto
WinNetNews.com - Ahli konservasi menyatakan bahwa harimau sudah punah di Kamboja. Oleh sebab itu, mereka meluncurkan program untuk memperkenalkan kembali harimau ke hutan.

Dilansir The Guardian, Senin (11/4/2016), hutan kering di Kamboja awalnya merupakan rumah bagi sejumlah harimau Indocina. Tetapi, WWF menyebut populasi harimau rusak akibat perburuan yang intensif. Terakhir kali harimau tertangkap kamera adalah pada 2007 di provinsi Mondulkiri.

Sebagai usaha untuk menghidupkan kembali populasi harimau, pemerintah Kamboja bulan lalu sudah menyetujui rencana untuk memperkenalkan kembali makhluk tersebut di Mondulkiri. Hutan tersebut ada di sisi timur Kamboja.

Para ahli akan memilih habitat yang cocok untuk harimau. Wilayah itu juga harus dipastikan aman dari pemburu dengan penegakan hukum yang kuat serta tindakan untuk melindungi mangsa harimau.

"Kami ingin dua harimau jantan dan lima sampai enam harimau betina untuk permulaan," kata Direktur Departemen Margasatwa dan Keanekaragaman Hayati di bagian Administrasi Kehutanan, Keo Omaliss.

Pemerintah setempat membutuhkan US$ 20-50 juta untuk proyek ini. Pembicaraan dengan India, Thailand, dan Malaysia sudah dimulai untuk menyediakan sejumlah harimau. Rencana ini pun diapresiasi oleh para ahli konservasi.

"Harimau-harimau tersebut selama ini diburu hingga punah karena lemahnya penegakan hukum dan kini pemerintah bereaksi," kata Suwarna Gauntlett dari Wildlife Alliance.

Deforestasi dan perburuan sudah membuat jumlah harimau terus berkurang di Asia. Kini, jumlah di dunia diprediksi tersisa 2.154 ekor.

Negara-negara yang memiliki populasi harimau seperti Bangladesh, Bhutan, China, Kamboja, India, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Rusia, Thailand, dan Vietnam sudah meluncurkan rencana untuk menggandakan jumlah harimau mereka pada 2022. Pemerintah dari 13 negara berencana bertemu pada 12-14 April mendatang di India untuk mendiskusikan targetnya.

disadur dari situs detik news

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...