Harus Tahu Syarat Jadi Imam Shalat Berjamaah

Harus Tahu Syarat Jadi Imam Shalat BerjamaahSumber : Istimewa

WInnetnews.com - Shalat berjamaah merupakan shalat yang memiliki banyak keistimewaannya. Dalam melaksanakan shalat berjamaah harus ada seorang imam dan minimal 1 orang makmum. Menjadi imam merupakan menjadi pemimpin dalam shalat itu, sebagaimana pemimpin di luar shalat memiliki tanggung jawab maka begitu juga dengan pemimpin atau imam shalat juga memiliki tanggung jawab dihadapan Allah terhadap makmumnya.

Shalat berjamaah memiliki syarat dan ketentuannya. Maka begitu pula untuk menjadi seorang imam dalam memimpin shalat. Maka untuk menjadikan seorang sebagai imam memiliki kriteria khusus yang menjadikan dia layak untuk menjadi pemimpin shalat yang kita kerjakan. Bagaikan seorang sopir yang mengemudikan mobil, jika sopirnya tidak beres atau tidak ahli dalam menyopir maka penumpangnya akan celaka. Maka begitu juga terkait dalam shalat, jika imam tidak mengerti dan paham tatacara, syarat, rukun, dan paham tentang menjadi imam maka amalan akan sia-sia.

Adapun Syarat-syarat sah menjadi imam adalah sebagai berikut :

1. Islam

Wajib hukumnya untuk menjadikan imam itu orang yang beragam islam. Bagaimana caranya jika imam itu bukan islam, pasti dia tidak akan bias memimpin shalat bahkan shalat saja dia tidak bisa.

2. Berakal

Tidak sah apabaila orang yang gila dan mabuk menjadi imam shalat berjamaah. Orang gila tidak akan paham perbuatannya bahkan dia sudah tidak sempurna dalam bersuci. Oaring mabuk juga demikian, dia tidak dapat mengontrol perbuatan bahkan bacaan dalam shalat nantinya sehingga tidak layak menjadi imam. Jangankan untuk menjadi imam shalat, menjalankan shalat sendiri saja dia sudah tidak sah, harus menunggu hingga keadaan mabuk atau gila hilang dalam dirinya. Selain itu, berakal juga bermaksud bagi anak-anak yang belum sempurna akalnya. Meskipun syarat-syarat lain dia memenuhi.

3. Baligh.

Tidak sah apabila seorang anak-anak yang belum sampai umur atau baligh menjadi imam shalat. Dia belum tau bagaimana cara bersuci dengan benar, bagaimana halal dan haram. Dalam suatu pendapat bahwa sah shalat berjamaah yang dipimpin oleh seorang mumayyiz dengan syarat makmumnya dalah orang baligh. Ini berdasarkan pendapat imam syafii. Mumayyiz ini bukan lah orang baligh. Anak yang mumayyiz adalah anak yang islam dan sudah memiliki akal.

4. Merupakan orang yang boleh menjadi imam berdasarkan syara’

Yang boleh menjadi imam dalam shalat adalah laki-laki makmum kepada laki-laki, perempuan makmum kepada perempuan, qonsa makmum kepada laki-laki dan perempuan makmum kepada qonsa. Adapaun orang yang tidak boleh menjadi imam adalah laki-laki makmum kepada qonsa, laki-laki makmum kepada perempuan, qonsa makmum kepada qonsa, qonsa makmum kepada qonsa, orang yang pandai membaca alquran makmum kepada orang yang tidak pandai membaca alquran.

5. Bersih daripada hadas dan najis

Sebagaimana syarat untuk mengerjakan shalat, maka begitu pula syarat untuk menjadi imam berjamaah. Jika berhadas atau bernajis atau kedua-duanya maka seorang itu tidak boleh menjadi imam. Hendaklah iya menyucikannya dan memberssihkannya. Karena jangan kan untuk menjadi imam, mengerjakan shalat sendiri saa sudah tidak sah.

6. Baik bacaannya, fasih lisannya dan mengetahui rukun-rukunnya.

Baik bacaannya adalah keadaan dimana seorang itu mampu membaca alquran dengan baik dan jelas sehingga dapat didengar oleh makmum dengan baik dan jelas pula. Yaitu orang yang memelihara atau menjaga bacaanya. Orang ini adalah orang yang mengetahui maghraj bacaan ayat dan bacaan dalam shalat. Jangan menjadikan imam orang yang tidak baik bacaan ayat atau doanya. Dengan kata lain, imam itu adalah seorang yang qari yang bisa membaca alquran dengan baik. Perlu digaris bawahi bahwa, qari itu bukanlah orang yang bagus suaranya akan tetapi benar dalam membaca alquran alias fasih. Seorang imam juga merupakan orang yang paham terhadap rukun-rukun dalam shalat itu dan tata caranya.

7. Keadaan yang bukan makmum

Yang menjadi imam itu bukanlah orang yang sebelumnya masbuk yang bermakmum kepada yang lain. Dengan kata lain, jangan menjadikan imam orang yang merupakan makmum. Hukumnya dalah tidak sah sahalt mengikiti makmum tersebut atau menjadikan orang masbuk menjadi imam.

8. Tidak uzur

Orang yang menjadi imam bukanlah orang yang dalam keadaan uzur. Keadaan uzur bisa jadi sakit  dan tidak bisa berdiri atau ketidak mampuan lain yang menjadikannya tidak layak menjadi imam.

Demikian saja ulasan kita pada hari ini, jika ada tambahan akan kita bahas pada ulasan lainnya. Semoga apa yang kite kerjakan hari ini mendapat ridha dan rahmat dari Allah SWT. Aamiin yaa rabbal ‘alamiin.