Skip to main content

Hati-Hati! BPOM Temukan 7 Rumah Pemotongan Ayam Ditemukan Menggunakan Formalin

Hati-Hati! BPOM Temukan 7 Rumah Pemotongan Ayam Ditemukan Menggunakan Formalin
Hati-Hati! BPOM Temukan 7 Rumah Pemotongan Ayam Ditemukan Menggunakan Formalin

Jakarta, wingamers (14/9) - Ditengah melambungnya harga ayam potong dipasaran, masyarakat dihimbau harus berhati-hati dan jeli dalam membeli ayam ptong. Sebab momen ini dimanfaatkan oleh sejumlah oknum pedagang nakal untuk meraup keuntungan berlipat ganda. BPOM menyita sebanyak 1,5 Ton ayam berformalin yang didapatkan dari 7 rumah pemotongan ayam di jalan Budih Asih, Tanah Tinggi Tanggerang. 1,5 ton ayam potong berformalin itu dimusnahkan dnegan cara dibakar di dalam api bersuhu tinggi.

Rata-rata rumah pemotongan yang kedapatan menggunakan bahan formalin pada ayam-ayam potongnya menghasilkan sebanyak 300 ekor ayam potong per hari. Para pelaku menjual ayam-ayam potongnya dalam jumlah besar (partai besar). Biasanya pelaku memasok ayam potong berformalinnya itu ke rumah-rumah makan sekitar Tanggerang, selain itu pelaku juga memasarkan ayam potong berformalinnya ke pasar induk di wilayah Tanah Tinggi dan Pasar Kemis Tanggerang.

Pelaku mencampurkan satu tutup botol minumam kemasan yang berisi cairan formalin ke dalam satu ember besar air, untuk digunakan pada 50 ekor ayam potongnya. Kemudian ayam potong direndam ke dalam air yang telah dicampur cairan formalin tersebut selama beberapa menit agar ayam tidak mudah membusuk. Dengan demikian pedagang tidak akan merugi apabila ayam-ayamnya tidak habis dalam waktu satu hari.

Dalam kasus ini ditetapkan 3 orang tersangka yang rencananya akan dijerat dengan pasal 136 jo Pasal 75 UU no 8 tahun 2012 tentang Pangan dan atau Pasal 62 ayat 1 jo Pasal 8 ayat 1 huruf a UU no 8 th 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Dengan demikian, masyarakat harus lebih memeriksa dengan seksama terlebih dahulu sebelum membeli ayam di pasar. Biasanya ayam yang berformalin memiliki terkstur daging yang kaku dan mengkilat, berwarna pucat, tidak dihinggapi lalat karena umumnya tidak berbau ayam pada umumnya, jika dilihat dalam jangka waktu lama akan mengakibatkan mata menjadi perih, tekstur ayam yang keras sehingga biasanya usus ayam tidak dapat dipotong dengan menggunakan kuku.

Sementara itu, ayam yang tidak menggunakan formalin umumnya memiliki ciri-ciri antara lain, tekstur dagingnya lebih lembek, warna dagingnya kemerah-merahan segar, sering dihinggapi lalat karena memiliki aroma daging segar dan cenderung amis, selain itu usus ayam juga mudah dipotong dengan kuku.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top