(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Hati-Hati! Komplotan Pencuri Barang di Pesawat Kian Meresahkan

Rani
Rani

Hati-Hati! Komplotan Pencuri Barang di Pesawat Kian Meresahkan

Jakarta, WinGamers - Kenyamanan dan keamanan penumpang pesawat terbang saat ini dirasa mulai berkurang. Hal ini disebabkan oleh kasus pencurian barang di dalam pesawat yang semakin merebak dari hari ke hari selama dua tahun terakhir. Ada usulan tersangka diekstradisi ke negara tempat asal maskapai, untuk menangani masalah ini.

Kasus terakhir terjadi di pesawat Qatar Airways QR 956 dari Doha, Qatar, ke Jakarta pada hari Minggu (20/9). Empat warga Tiongkok yang diduga anggota sindikat pencurian menjalani pemeriksaan di Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta, senin (21/9). Polisi masih mengembangkan kasus ini dan menyel;idiki laporan dengan meminta keterangan saksi dan terduga pelaku.

Baca juga artikel: Kronologi Pencurian di Qatar Airways QR 0956

Pengamat penerbangan Gerry Soejatman mengatakan, yang berkewajiban menangani pencurian dalam penerbangan adalah maskapai penerbangan itu. Dirinya menambahkan, "untuk menangani kasus yang terakhir ini, sebaiknya kepolisian mengajak pihak Kedutaan Besar untuk melakukan pemeriksaan. Lalu, pelaku diekstradisi ke Qatar dan proses hukumnya dijalankan di Qatar."

Hal sejalan juga dinyatakan oleh Direktur Utama PT Angkasa pura II (Persero) Budi Karya Sumadi. Dirinya mengatakan bahwa, kasus pencurian di dalam pesawat merupakan wewenang maskapai. Namun, pihak keamanan bandara akan membantu maskapai membawa tersangka pelaku ke penyidik pegawai negeri sipil atau polres bandara.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Group, Benny S Butarbutar menyatakan pihaknya akan memasukan penumpang yang membuat resah penumpang lainnya dan mencoreng nama baik perusahaan ke dalam daftar hitam (blacklist) . Kemudian penumpang tersebut tidak diperbolehkan untuk naik maskapai Garuda Indonesia untuk selamanya.

Selain itu Garuda Indonesia juga menghimbau penumpang untuk tetap waspada terhadap barang-barang miliknya. Penumpang sebaiknya membawa tas kecil ke dalam kabin. Dengan demikian, bagasi itu bisa diletakkan tepat diatasnya dan bisa dengan mudah diawasi.

Selain itu, penumpang seluruh maskapai penerbangan juga disarankan untuk tidak meletakan barang berharganya (seperti uang, kamera, handphone, perhiasan, barang-barang elektronik, dan barang-barang bernilai jual tinggi lainnya) di tas/koper yang nantinya akan dimasukan ke dalam bagasi. Biasanya pencurian terjadi Ketika pemindahan barang bagasi penumpang dari check in counter ke bagasi area. Dari pengungkapan kasus sebelumnya, umumnya kasus pencurian itu dilakukan oleh porter.

Aksi porter nakal itu tidak hanya dilakukan pada satu maskapai penerbangan saja. Namun, tersebar hampir merata diseluruh maskapai penerbangan di terminal kedatangan bandara. Penumpang biasanya baru menyadari kehilangan barangnya ketika mereka telah tiba di rumah. Sehingga mereka baru melapor ke polisi ketika sehari setelah pencurian/penerbangan.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});