Hati-Hati, Makanan Ini Terlihat Sehat Tapi Berpotensi Bahaya

Sofia
Sofia

Hati-Hati, Makanan Ini Terlihat Sehat Tapi Berpotensi Bahaya Foto: iStock via Independent UK

Winnetnews.com - Untuk hidup sehat kita memang harus mengeluarkan sedikit effort untuk lebih hati-hati dalam memilih makanan atau minuman. Namun bukan berarti diet sehat itu susah. Hanya saja kita butuh kesadaran ekstra, agar tubuh kita tidak kemasukan zat-zat yang justru berbahaya bagi kesehatan. Jika kita abai sedikit saja, bisa merugi. Seperti misalnya, kita mengetahui bahwa ada beberapa makanan yang terkenal dengan manfaat kesehatannya: sushi, yogurt, salad, dan sebagainya. Jenis makanan tersebut terlihat sehat, tapi tahukah Anda, jika tidak jeli akan sumber dan cara pengolahannya, ternyata makanan ini bisa merugikan tubuh Anda.

Mau tau makanan apa saja yang terlihat sehat, tapi punya resiko tersembunyi di dalamnya? Simak pembahasannya di bawah ini ya.


Frozen yogurt (Fro-yo)

Dalam ingatan Anda mungkin Fro-yo adalah kudapan yang kaya probiotik. Tetapi tahukah Anda tidak semua yogurt diolah dengan cara yang sama? Proses pembekuan yang digunakan untuk membuat makanan penutup ini bisa membunuh beberapa bakteri baik yang berguna bagi kesehatan usus Anda, bakteri yang biasa ditemukan dalam yogurt biasa. Akhirnya untuk mengimbangi, beberapa produsen fro-yo (dan yogurt standar juga) menambahkan probiotik tambahan setelah produksi.

Namun probiotik saja tidak serta-merta menjadikan fro-yo ini sebagai makanan sehat. Menurut Dana Kofsky, ahli gizi yang berbasis di California, seperti dikutip dari laman CNN, orang-orang tidak menyadari bahwa fro-yo sesungguhnya mengandung lebih banyak gula daripada es krim. Untuk setiap setengah cangkir fro-yo mengandung sekitar 17 gram gula. Sementara itu, es krim hanya memiliki sekitar 14 gram bahan manis dalam porsi yang sama. "Untuk menghilangkan rasa asam, [perusahaan sering] menambahkan gula," kata Kofsky.

Sushi

Tinggi protein, rendah karbohidrat, rendah lemak. Sushi memiliki segudang kualitas yang jika dibandingkan dengan makanan cepat saji memang lebih sehat. Namun ikan yang biasanya terdapat di dalam sushi, seperti ikan tuna atau salmon, berpotensi tercemar atau terkontaminasi merkuri. Karena ikan yang hidup di lautan dalam dan berukuran besar lebih berisiko tinggi untuk tercemar merkuri dibandingkan dengan ikan yang berukuran kecil dan hidup di perairan dangkal. Memang tidak semua perairan tercemar merkuri. Tetapi ada baiknya jika Anda lebih kritis dan berhati-hati.

Salad

Mengapa salad? Bukankah salad sehat? Pasti pertanyaan-pertanyaan tersebut berseliweran di benak Anda. Jangan langsung mengasumsikan semua kata ‘salad’ pasti sehat. Salad yang Anda beli di swalayan atau Anda pesan di restoran sering kali mengandung kalori tersembunyi. Coba perhatikan lagi salad Anda. Daun selada yang disiram dengan saus mayones, potongan roti, potongan ayam/tuna, lalu tiba-tiba Anda sudah menambah 700 kalori dan 40 gram lemak. Apabila Anda ingin mengurangi kalori yang masuk, Anda bisa mengganti saus salad Anda dengan minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun.

Energy bar

Sesudah berolahraga, Anda sering kali akan dilanda rasa lapar. Energy bar pun menjadi andalah pengganjal lapar yang Anda pikir tidak akan mengacaukan jadwal diet Anda. Namun, kebanyakan energy bar mengandung glukosa yang tinggi dan lemak jenuh. Belum lagi kebanyakan energy bar (terutama yang mengklaim sebagai pengganti makan) mengandung setidaknya 300 kalori yang setara dengan semangkuk nasi putih!

Smoothies

Smoothies yang dibuat dari campuran susu dan buah-buahan tentu sangat menyegarkan dan dapat menjadi selingan untuk camilan Anda. Namun ketika Anda membelinya di restoran atau gerai tertentu, smoothies biasanya akan ditambahkan gula atau es krim. Kalorinya pun dapat menjulang hingga 500 kalori. Belum lagi tambahan gula yang Anda dapatkan. Sebagai alternatifnya, Anda bisa membuat jus buah sendiri di rumah tanpa tambahan gula dan susu yang tentu juga lebih sehat.

Makanan yang berlabel "Fat-Free"

Fat-free atau bebas lemak bukan berarti bebas kalori. Jika suatu makanan berlabel tanpa lemak, bukan berarti makanan tersebut adalah makanan yang sehat. Perhatikan kandungan lainnya seperti sodium, serat, vitamin, mineral, dan yang terpenting adalah kandungan kalorinya.

Minuman berenergi

Kebanyakan minuman berenergi atau sports drink memang mengandung elektrolit penting seperti sodium atau potasium yang dapat mengganti elektrolit yang hilang sesudah berolahraga. Namun, kebanyakan minuman berenergi mengandung setidaknya 125 kalori yang tentu tidak Anda butuhkan jika Anda hanya beraktivitas ringan (misalnya bekerja di balik meja). Manfaat yang Anda dapatkan hanyalah tambahan kalori yang tentu saja dapat meningkatkan berat badan Anda.

 

 

Penulis : Baiq Fevy Shofya Wahyulana
Editor : Baiq Fevy Shofya Wahyulana

Apa Reaksi Kamu?